Bupati Buleleng: Penataan Kota Singaraja Usung Konsep Heritage

  • 05 Mar 2026 08:25 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan konsep penataan kawasan titik nol Kota Singaraja dengan pendekatan heritage atau warisan sejarah. Konsep ini diharapkan mampu mengembalikan nuansa sejarah kawasan pusat kota yang memiliki nilai historis tinggi. Penataan dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter khas Buleleng.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan kawasan kantor bupati pada masa lalu memiliki desain yang berbeda dengan kondisi saat ini. Melalui penataan kembali, pemerintah ingin menghadirkan suasana yang lebih mendekati bentuk aslinya pada masa lampau. Upaya ini juga menjadi bagian dari pelestarian sejarah Buleleng.

“Nanti kawasan kantor bupati akan kita kembalikan seperti dulu. Pintu masuk dan keluarnya dari depan, kemudian kolam yang memang sudah ada sejak dulu tetap dipertahankan. Ornamen-ornamen lama juga akan kita kembalikan agar nuansa sejarahnya tetap terasa,” kata Sutjidra Kamis, 5 Maret 2025.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial. Buleleng pernah menjadi pusat pemerintahan Sunda Kecil dan memiliki peran penting dalam sejarah Bali Utara. Karena itu, nilai sejarah tersebut ingin kembali ditampilkan melalui penataan kota.

“Semangatnya adalah mengembalikan heritage Buleleng. Kita ingin mengingatkan bahwa daerah ini pernah menjadi ibu kota Sunda Kecil dan memiliki sejarah panjang sejak kedatangan Belanda pertama di Buleleng,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan ornamen khas Buleleng dalam desain kawasan tersebut. Arsitektur yang digunakan akan menonjolkan identitas lokal agar masyarakat dapat merasakan kembali jati diri daerahnya. Dengan konsep ini, kawasan pusat kota diharapkan memiliki ciri khas yang kuat.

Penataan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata sejarah di Kota Singaraja. Kawasan pusat kota nantinya dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat nilai sejarah. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat turut menjaga dan memanfaatkan kawasan ini secara positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....