Panen Perdana Bandeng Buleleng Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

  • 05 Mar 2026 07:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan budidaya ikan bandeng yang kini mulai menunjukkan hasil. Setelah melalui proses budidaya, ikan bandeng akhirnya berhasil dipanen perdana di wilayah pesisir Kabupaten Buleleng.

Panen bandeng perdana ini dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat. Panen dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) laut Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Rabu 4 Maret 2026.

Momentum panen perdana ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan dari sektor perikanan di Kabupaten Buleleng. Selama ini Buleleng dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nener atau benih bandeng. Namun kini, dengan dukungan teknologi budidaya dan sinergi lintas pemerintah, para pembudidaya mampu meningkatkan produksi hingga tahap pembesaran dan panen bandeng siap konsumsi.

Ditemui usai melaksanakan panen perdana, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyampaikan apresiasi atas kerja keras para pembudidaya serta dukungan Pemerintah Provinsi Bali. Ia menilai keberhasilan panen ini menjadi indikator kemajuan budidaya perikanan di daerah. Ke depan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan sektor ini agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

“Ini adalah salah satu kemajuan budidaya bandeng di Buleleng. Yang sebelumnya kita hanya dikenal lewat budidaya nener, sekarang sudah bisa membudidayakan dan memanen bandeng. Tentu ini menjadi kemajuan bagi pelaku usaha budidaya perikanan,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng dalam memberikan pendampingan dan dukungan teknis kepada para pembudidaya. Melalui pendampingan tersebut, para pembudidaya memperoleh pengetahuan serta teknologi budidaya yang lebih modern. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong keberhasilan panen bandeng di perairan Sumberkima.

“Dari sisi peningkatan pendapatan, kita harapkan para nelayan, khususnya pembudidaya nener yang kini berkembang ke budidaya bandeng, pendapatannya semakin membaik. Kami juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali terus berlanjut,” tambah Supriatna.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa panen bandeng perdana ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. Dengan pengembangan budidaya dari hulu hingga hilir, potensi ekonomi kelautan Buleleng diharapkan semakin optimal. Selain itu, langkah ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.

“Panen bandeng di laut Sumberkima ini menjadi bukti bahwa potensi kelautan Buleleng sangat besar dan harus dikelola secara optimal dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana menyebut panen perdana ini sebagai sejarah baru bagi budidaya laut di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng. Ia mengapresiasi keberhasilan pembudidaya yang mampu memanfaatkan keramba jaring apung di laut untuk budidaya bandeng. Menurutnya, sistem budidaya ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.

“Hari ini merupakan sejarah baru tentang panen bandeng di keramba jaring apung di laut. Setelah saya lihat, ini salah satu yang berhasil panen dengan sistem seperti ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan ini selaras dengan program penguatan hilirisasi perikanan. Di Buleleng, rantai produksi perikanan telah berjalan mulai dari penyediaan induk, telur, pendederan hingga tahap pembesaran bandeng. Kondisi tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi berbasis kelautan.

“Hulu dan hilir sudah berjalan di Provinsi Bali, khususnya di Buleleng. Ini menjadi kekuatan kita dalam memperkuat sektor perikanan,” tutup Sumardiana.

Panen perdana ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu, keberhasilan budidaya bandeng di keramba jaring apung laut Sumberkima juga semakin memperkuat posisi Buleleng sebagai salah satu sentra perikanan budidaya unggulan di Bali. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....