Menu Ayam Terlalu Sering, BGN Buleleng Siapkan Alternatif
- 04 Mar 2026 08:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng. Salah satu sorotan utama adalah dominasi menu ayam dalam paket makanan siap santap. Hal ini memicu sejumlah keluhan dari siswa maupun masyarakat.
Koordinator BGN Buleleng, Rusdianto, mengakui penggunaan ayam masih menjadi pilihan utama protein hewani. Pertimbangannya adalah faktor keamanan dan risiko alergi. Penggunaan ikan dinilai masih rawan karena duri dan potensi alergi.
“Memang kendalanya kita masih sering menggunakan ayam. Kalau ikan kita masih was-was karena rawan alergi dan durinya banyak,” jelas Rusdianto, Rabu, 4 Maret 2026.
Meski demikian, pihaknya mulai mencoba alternatif seperti lele, nila, hingga bandeng. Namun respons siswa belum sepenuhnya positif. Edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan terus dilakukan.
“Kita sudah coba lele dan nila. Bandeng juga pernah, tapi anak-anak belum terlalu suka. Padahal gizinya bagus,” katanya.
Selain menu ayam, paket kering selama Ramadan juga kerap dibandingkan dengan harga warung. Rusdianto menegaskan seluruh menu disesuaikan dengan pagu anggaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.
“Kita ngepas dengan pagu Rp8.000 untuk PAUD sampai kelas 3, dan Rp10.000 untuk kelas 4 ke atas serta ibu hamil. Harus tetap ada protein, serat, dan karbohidrat,” tegasnya.
Keluhan lain terkait rasa makanan yang dinilai kurang pedas atau kurang garam. Namun pihaknya menegaskan pembatasan bumbu dilakukan demi standar gizi anak. Evaluasi rutin tetap dilakukan melalui laporan harian SPPG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....