Rumah Warga Berangbang Ludes Terbakar, Kerugian Rp115 Juta
- 03 Mar 2026 19:23 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Selasa 3 Maret 2026 pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.10 Wita dan berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 30 menit.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo AP, mengatakan laporan awal diterima dari warga setempat yang melihat kepulan asap tebal dari rumah milik I Putu Suparya.
“Begitu menerima informasi, Regu I Damkar yang sedang siaga langsung bergerak ke lokasi. Waktu tempuh kurang lebih 10 menit,” ujarnya.
Menurut Eko Susilo, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari sisa dupa usai sembahyang di dalam kamar. Saat kejadian, istri pemilik rumah, Ketut Semiasih (46), baru saja selesai bersembahyang di pelangkiran kamar. Setelah itu, ia menuju merajan untuk menaruh canang yang akan digunakan sembahyang bersama suaminya.
“Tidak lama kemudian, tetangga melihat asap pekat dari dalam rumah dan langsung berteriak memberi tahu pemilik. Saat dicek, api sudah membesar dan membakar bagian dalam rumah,” jelasnya.
Mendengar teriakan tersebut, pemilik rumah yang sedang sembahyang bersama istrinya langsung meminta bantuan warga untuk menghubungi Mako Damkar.
Rumah permanen berukuran 7x5 meter yang terdiri dari tiga kamar tidur dan satu ruang tamu itu mengalami kerusakan berat. Sejumlah barang dilaporkan hangus terbakar, di antaranya satu unit televisi, dua lemari kayu beserta pakaian, dua kasur, uang tunai sekitar Rp10 juta, perhiasan emas, serta BPKB kendaraan dan barang lainnya.
“Total kerugian diperkirakan mencapai Rp115 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Eko Susilo.
Dalam proses pemadaman, Damkar Jembrana mengerahkan empat unit armada. Petugas menghabiskan sekitar dua tangki air dengan total kapasitas kurang lebih 8.500 liter untuk menjinakkan api.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, termasuk dupa atau lilin setelah sembahyang, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....