Cakupan MBG di Buleleng Capai 40 Persen, 30 SPPG Siap Operasi
- 02 Mar 2026 09:00 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng saat ini telah menjangkau sekitar 40 persen sasaran. Pemerataan layanan terus dikebut dengan penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng, Rusdianto, mengatakan saat ini sudah ada 23 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Dalam waktu dekat, tujuh SPPG tambahan akan segera beroperasi sehingga totalnya menjadi sekitar 30 unit.
“Sekarang sudah 23 yang operasional dan tujuh lagi segera menyusul. Bahkan dalam beberapa minggu ini bisa bertambah menjadi 32 sampai 33 unit,” ujarnya, Senin 2 Februari 2026.
Dengan jumlah tersebut, program MBG di Buleleng sudah melayani hampir 64 ribu siswa. Setiap hari, sekitar 64 ribu porsi makanan bergizi disiapkan dan didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Rusdianto menjelaskan, target tahun ini layanan MBG bisa merata di seluruh wilayah Buleleng. Secara perencanaan, kebutuhan SPPG diperkirakan mencapai 60 hingga 65 unit. Jumlah itu bisa bertambah sesuai kebutuhan di lapangan, terutama untuk wilayah terpencil.
Beberapa desa yang masih membutuhkan tambahan SPPG antara lain Desa Tembok, Les dan Desa Madenan di Kecamatan Tejakula. Begitu pula di Desa Sudaji, Suwug, hingga Giri Emas. Sementara, Di Desa Bondalem, SPPG direncanakan segera beroperasi.
| Baca juga: Defisit APBD Buleleng Capai 272 Miliar |
Untuk wilayah Kota Singaraja, masih banyak sekolah yang belum tercover program MBG sehingga memerlukan tambahan SPPG. Sementara di wilayah Seririt, titik yang masih kosong layanan berada di daerah Mayong hingga Kayuputih. Di Kecamatan Banjar, kebutuhan tambahan SPPG terdapat di wilayah Tigawasa, Goblek dan Munduk.
“Kalau wilayahnya terpencil, memang idealnya ada satu SPPG khusus di sana supaya distribusi lebih efektif,” ucapnya.
Rusdianto menambahkan, jika pembangunan gedung baru tidak memungkinkan, pihaknya membuka opsi memanfaatkan fasilitas desa atau bangunan sekolah yang dimodifikasi menjadi dapur SPPG sesuai standar.
“Bisa saja memakai fasilitas desa atau kantin sekolah yang dimodif sesuai standar. Bahkan bisa melayani satu sekolah saja dengan kapasitas lebih kecil,” katanya.
Dengan penambahan unit SPPG secara bertahap, diharapkan cakupan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Buleleng semakin merata dan seluruh siswa dapat menerima manfaatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....