Bale Piasan Roboh Dampak Cuaca Ekstrem
- 27 Feb 2026 14:47 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Jembrana diprakirakan masih terjadi hingga Maret mendatang. Intensitas hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang menjadi ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Jumat, 27 Februari 2026, mengatakan berdasarkan laporan Pusdalops PB, dalam sepekan terakhir tercatat sejumlah kejadian yang dipicu kondisi cuaca ekstrem.
“Paling dominan pohon tumbang akibat terpaan angin kencang. Selain itu, ada juga bangunan warga yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Salah satu peristiwa terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026 sekitar pukul 15.30 Wita di Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Angin puting beliung menyebabkan bangunan tempat suci (merajan dadia) roboh.
Hasil kaji cepat tim BPBD mencatat kerusakan pada Bale Piasan berukuran 2,5 x 2,5 meter, Bale Gong 3 x 2,5 meter, serta tembok pagar sepanjang 3 meter dengan tinggi 1 meter. Kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp28 juta. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Penanganan awal dilakukan secara gotong royong oleh keluarga dadia bersama aparat desa setempat. Sehari setelah kejadian, jajaran BPBD melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi turun langsung melakukan asesmen ke lokasi.
Artana Putra mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. Warga diminta memangkas ranting pohon yang berpotensi patah dan memastikan kondisi bangunan tetap aman guna mengurangi risiko kerusakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....