Pemprov Bali Siapkan Rp80 M Bebaskan Lahan Shortcut Titik 11-12

  • 17 Feb 2026 09:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk membebaskan lahan pembangunan shortcut yang menghubungkan kawasan Singaraja–Mengwitani titik 11–12. Pembebasan lahan ini direncanakan mulai akhir 2026 dan berlanjut hingga awal 2027 sebagai langkah lanjutan percepatan proyek infrastruktur strategis di Bali Utara.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kesiapan lahan menjadi kunci agar pembangunan jalur baru tersebut dapat dilanjutkan tanpa hambatan. Setelah lahan dibebaskan, proses konstruksi fisik tinggal menunggu dimulainya pembangunan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Pembebasan lahan sudah mulai dirancang dan akan dilaksanakan akhir tahun ini, dilanjutkan awal 2027. Anggarannya sekitar Rp80 miliar. Kalau lahan sudah siap, pembangunannya bisa langsung dilanjutkan,” katanya.

Dengan skema ini, pemerintah juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar pembangunan lanjutan shortcut dapat dimulai pada 2027 dan ditargetkan tuntas secara bertahap hingga 2029. Fasilitas baru ini akan menghindari jalur lama yang berliku dan rawan longsor di kawasan perjalanan dari Gitgit menuju Desa Ambengan, Sukasada.

Pemprov Bali juga tengah menyiapkan konsep transportasi pendukung berupa bus shuttle rute Singaraja–Mengwitani untuk membantu mobilitas masyarakat setelah shortcut selesai. Proyek shortcut ini diharapkan memperpendek waktu tempuh serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Bali Utara.

Selain itu, Gubernur Koster juga memastikan Turyapada Tower, bagian dari kawasan Bali Smart 6.0, akan beroperasi penuh pada akhir 2026 sebagai salah satu landmark transformasi digital dan pendidikan di Bali Utara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....