KPU Buleleng Dorong Partisipasi Disabilitas Meningkat

  • 14 Feb 2026 16:33 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi pemilih penyandang disabilitas pada Pilkada terakhir. Dari total 2.522 pemilih disabilitas yang masuk daftar pemilih tetap, tingkat kehadiran tercatat hanya sekitar 13,40 persen, sehingga menjadi fokus evaluasi dan penguatan program pasca tahapan pemilu.

Ketua KPU Kabupaten Buleleng Komang Dudhi Udiyana menjelaskan, setelah Pilkada, KPU menjalankan tiga program strategis nasional, yakni penguatan sistem informasi kepemiluan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, serta sosialisasi bagi pemilih pemula dan kelompok rentan. Kelompok disabilitas masuk dalam prioritas sasaran program ketiga tersebut.

“Setelah tahapan pemilu berakhir, ada tiga program strategis nasional yang harus kami laksanakan, yaitu penguatan sistem informasi kepemiluan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, dan sosialisasi pemilih pemula serta kelompok rentan,” ujarnya.

Ia merinci, data pemilih disabilitas di Pilkada lalu terdiri dari tuna netra 383 orang, tuna rungu 107 orang, tunawicara 416 orang, disabilitas mental 407 orang, intelektual 126 orang, dan fisik 1.083 orang. Menurutnya, angka kehadiran yang rendah menjadi tantangan bersama, tidak hanya bagi penyelenggara pemilu.

“Ini menjadi tantangan bagi kami di KPU agar pada pemilu berikutnya tingkat partisipasi teman-teman kelompok rentan ini bisa meningkat,” katanya.

KPU Buleleng menyiapkan sejumlah program sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan dengan menyasar sekolah luar biasa dan komunitas disabilitas di wilayah Kabupaten Buleleng, guna memastikan hak pilih dipahami dan dapat digunakan secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....