Moderasi Beragama Dinilai Redam Konflik

  • 14 Feb 2026 14:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Penguatan moderasi beragama sejak dini dinilai berperan penting dalam menekan potensi konflik sosial dan sikap intoleransi di tengah masyarakat. Pendidikan nilai toleransi disebut harus berjalan bersama di keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

Penyuluh agama Gede Sadiana menyebut banyak konflik berawal dari minimnya pemahaman terhadap ajaran agama yang menekankan kasih sayang dan persaudaraan. Karena itu, penguatan nilai moderat perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Konflik sering muncul karena orang belum paham tatanan dan nilai ajaran agamanya. Kalau nilai moderasi beragama ditanamkan sejak dini, bibit konflik bisa kita redam,” katanya.

Menurutnya, kerukunan tidak hanya dibangun antarumat beragama, tetapi juga di internal masing-masing umat. Sikap saling menghargai, membangun komunikasi, dan membiasakan interaksi positif lintas perbedaan menjadi langkah konkret menjaga harmoni.

“Kuncinya saling menghargai dan toleransi. Perbedaan itu seperti warna pelangi, berbeda-beda tapi justru membuat indah. Itu yang harus ditanamkan ke anak-anak kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari orang tua, pendidik, tokoh agama, hingga komunitas, memiliki tanggung jawab bersama merawat persaudaraan dan mencegah berkembangnya sikap radikal maupun intoleran sejak usia muda.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....