Penyaluran Beras SPHP Bali Capai 9.912 Ton

  • 11 Feb 2026 10:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Provinsi Bali sepanjang 2025 hingga 8 Februari 2026 mencapai 9.912 ton. Jumlah itu setara 49,18 persen dari target penyaluran sebesar 20.157 ton.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, di sela rapat koordinasi TPID dan TP2DD Bali di Denpasar, mengatakan pihaknya telah menugaskan Bulog untuk terus menyalurkan beras SPHP sebagai penyeimbang harga di pasaran.

“Kami sudah menugaskan Bulog untuk terus menyebarkan beras SPHP untuk penyeimbang harga,” ujarnya.

Ia menjelaskan beras SPHP digelontorkan ketika harga beras mengalami kenaikan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Secara nasional, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 909 ribu ton atau 60,64 persen, dengan tiga terbesar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan pada Februari–Maret 2026 kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng yang diberikan sekaligus.

Sementara itu, Manager Operasional Bulog Bali, Eko Yudi Miranto, menyebut realisasi bantuan pangan di Bali selama 2025 mencapai 6.011 ton. Bulog Bali juga menyalurkan SPHP jagung sebanyak 251.160 kilogram di Denpasar, Bangli, dan Karangasem.

Untuk komoditas minyak goreng bersubsidi Minyakita, penyaluran di Bali pada 1 Januari hingga 9 Februari 2026 tercatat 207.324 liter dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....