Wisata Aman Jadi Prioritas di Tengah Cuaca Tak Menentu
- 10 Feb 2026 06:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Perubahan cuaca yang sulit diprediksi belakangan ini menjadi perhatian penting bagi wisatawan, khususnya generasi muda yang gemar melakukan perjalanan spontan ke destinasi wisata alam. Kondisi pagi yang cerah namun tiba-tiba berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang sering kali tidak dijadikan pertimbangan utama saat merencanakan perjalanan. Padahal, keselamatan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan, terutama di Kabupaten Buleleng yang sebagian besar destinasi wisatanya berbasis alam seperti pantai, air terjun, dan pegunungan. Tren wisata yang dipengaruhi media sosial juga membuat sebagian wisatawan lebih fokus pada konten dan tempat viral dibandingkan kesiapan diri menghadapi kondisi alam.
Putu Alika Keylaniswa Madalasa dari Semeton Jegeg Bagus Buleleng menilai fenomena FOMO atau takut ketinggalan tren menjadi salah satu penyebab wisatawan mengabaikan faktor keselamatan. Menurutnya, banyak wisatawan memilih destinasi hanya karena sedang populer tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca yang sedang berlangsung. “Wisatawan sekarang lebih sering menentukan tujuan berdasarkan tren, padahal di cuaca yang tidak menentu seperti sekarang seharusnya keselamatan menjadi pertimbangan utama,” ujar Alika. Ia menambahkan, kebiasaan sederhana seperti mengecek prakiraan cuaca melalui gadget sebenarnya sudah cukup membantu untuk mengurangi risiko saat melakukan perjalanan wisata.
Sementara itu, I Made Shanta Vijnana menjelaskan bahwa kesadaran wisata aman perlu dibangun melalui edukasi yang dekat dengan anak muda. Melalui program Wisata Aman Bencana, Semeton Jegeg Bagus Buleleng melakukan sosialisasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti BPBD dan PMI untuk memberikan pemahaman mengenai tanda-tanda potensi bahaya di destinasi wisata alam. Edukasi tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga pelajar agar pesan keselamatan dapat diteruskan kembali di lingkungan sekolah. Program ini lahir dari keresahan melihat banyak wisatawan yang lebih mempersiapkan kebutuhan konten dibandingkan perlengkapan keselamatan saat berwisata.
Menurut Shanta, perubahan pola pikir menjadi kunci agar wisata tetap menyenangkan tanpa mengabaikan keamanan. “Liburan boleh saja, tapi keselamatan tetap menjadi kewajiban karena liburan bisa diulang, sedangkan keselamatan tidak bisa ditawar,” kata Shanta. Ia berharap generasi muda dapat lebih bijak dalam menentukan keputusan saat berwisata, termasuk berani menunda perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Dengan kesadaran tersebut, wisata tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan, tetapi juga tetap aman bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....