Prestasi TOEIC Nasional Bekal Promosi Pariwisata Buleleng
- 10 Feb 2026 04:54 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Buleleng melalui Gede Raditya Hariscandra Kusa yang berhasil meraih nilai TOEIC tertinggi tingkat nasional untuk kategori siswa SMK Bali. TOEIC atau Test of English for International Communication merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang menjadi standar pengukuran kesiapan komunikasi di dunia kerja internasional. Raihan nilai 900 dari total maksimal 990 menunjukkan bahwa pelajar daerah mampu bersaing secara nasional, sekaligus membuktikan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di tengah perkembangan global saat ini. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan diri, khususnya dalam bidang bahasa asing yang kini semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Raditya mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut melalui proses yang tidak singkat. Ia mengaku pernah mengikuti tes serupa sebelumnya dengan hasil yang belum maksimal, namun pengalaman itu justru menjadi motivasi untuk mencoba kembali. “Tahun lalu aku cuma dapat sekitar 700-an, jadi ketika tahun ini bisa sampai 900 itu rasanya ada peningkatan yang cukup besar,” ujar Raditya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan guru serta kebiasaan belajar secara mandiri melalui berbagai media berbahasa Inggris. Menurutnya, proses belajar yang konsisten menjadi kunci utama dalam meningkatkan kemampuan bahasa, meskipun tidak selalu dilakukan melalui persiapan khusus yang intens.
Selain prestasi akademik, Raditya juga aktif sebagai finalis Bagus Buleleng 2026. Ia melihat kemampuan bahasa Inggris memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan mancanegara. Baginya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi penghubung antara budaya lokal dengan dunia luar, terutama di daerah pariwisata seperti Bali. “Bahasa Inggris itu bukan cuma buat terlihat bisa, tapi bagaimana kita menyampaikan potensi daerah kita ke dunia luar,” kata Raditya. Ia menilai promosi pariwisata tidak hanya dilakukan melalui media, tetapi juga melalui komunikasi langsung yang mampu memberikan kesan positif kepada wisatawan yang datang berkunjung.
Di tengah kesibukannya sebagai siswa kelas 12 sekaligus finalis duta pariwisata, Raditya mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pendidikan dan kegiatan pengembangan diri. Meski demikian, ia memilih menikmati setiap proses yang dijalani sebagai bagian dari pembelajaran hidup. Ia pun berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi anak muda lainnya untuk berani mencoba dan tidak takut gagal. Menurutnya, setiap kesempatan yang diambil akan membuka pengalaman baru yang berharga. Melalui prestasi ini, Raditya berharap semakin banyak generasi muda Buleleng yang percaya diri untuk berprestasi sekaligus ikut mempromosikan daerahnya ke tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....