Komunitas Anak Muda Dorong Edukasi Lingkungan Berkelanjutan Bersama

  • 10 Feb 2026 04:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kesadaran lingkungan di kalangan anak muda terus berkembang, namun masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah rendahnya konsistensi dalam menjaga gaya hidup ramah lingkungan. Banyak anak muda memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, tetapi belum semuanya mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama dalam membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan jangka panjang bagi kehidupan manusia.

Sekretaris KNPI Buleleng, I Gede Diyana Putra, menyebut bahwa salah satu tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah kecemasan terhadap kerusakan lingkungan atau yang dikenal sebagai eco anxiety. Kondisi ini muncul karena meningkatnya informasi tentang kerusakan alam tanpa diimbangi ruang aksi yang nyata. “Anak muda sekarang punya kecemasan terhadap lingkungan, tetapi kecemasan itu harus diubah menjadi gerakan dan edukasi,” ucapnya. Ia menilai bahwa komunitas menjadi ruang penting untuk menyalurkan kepedulian tersebut secara positif.

Melalui kegiatan edukasi, kunjungan lapangan, hingga kampanye di media sosial, komunitas lingkungan berupaya membangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga alam. Diyana menambahkan bahwa anak muda memiliki keunggulan dalam hal adaptasi terhadap perubahan dan teknologi. “Pemuda itu adaptif terhadap perubahan, sehingga punya peran besar untuk menyuarakan isu lingkungan melalui media sosial dan aktivitas sosial,” katanya. Dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda, pesan lingkungan diharapkan lebih mudah diterima.

Ke depan, edukasi lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan alam. Upaya ini tidak hanya dilakukan melalui kegiatan besar, tetapi juga melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Melibatkan generasi muda dalam kegiatan lingkungan sejak dini diyakini mampu membangun sensitivitas terhadap alam. Dengan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat, gerakan pelestarian lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi budaya yang tumbuh dan dijaga bersama demi masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....