Kenapa Canang Sari Tak Pernah Absen di Bali?
- 09 Feb 2026 22:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Canang sari tak pernah absen di Bali karena merupakan bentuk persembahan harian yang mendasar bagi umat Hindu Bali sebagai wujud rasa syukur, permohonan perlindungan, dan penyucian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sesajen ini simbol perjuangan hidup dan sarana persembahyangan yang diletakkan di berbagai tempat sebagai simbol keseimbangan alam.
Berikut adalah poin-poin utama mengapa canang sari selalu ada:
Wujud Rasa Syukur dan Sembahyang Harian: Canang sari adalah persembahan harian paling dasar yang diberikan masyarakat Bali sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan atas kehidupan dan berkah yang diberikan.
Filosofi Mendalam: Canang (nampan janur) dan sari (inti/bunga) melambangkan esensi persembahan. Unsur-unsurnya seperti bunga, wewangian, dan janur memiliki simbolisme khusus, seperti bunga warna-warni yang mewakili kekuatan para Dewa (Panca Dewata).
| Baca juga: Cek Jadwal PKB Minggu 14 Juni 2026 |
Permohonan Keseimbangan (Bhuwana Agung/Alit): Persembahan ini bertujuan untuk memohon kekuatan, pengetahuan, dan perlindungan bagi diri sendiri (bhuwana alit) serta alam semesta (Bhuwana Agung).
Kewajiban Tradisi: Sebagai bagian integral dari agama Hindu di Bali, canang sari diletakkan hampir di setiap sudut di rumah, jalan, pura, maupun tempat kerja untuk menjaga harmoni.
Setiap komponen dalam canang sari dibuat dengan detail, menggunakan bunga-bunga seperti kamboja, gumitir, dan kenanga yang melambangkan keharuman dan kesucian, menjadikannya persembahan yang wangi dan indah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....