Menjaga Ucapan Kunci Harmoni Kehidupan Beragama Bersama
- 08 Feb 2026 16:03 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Berbicara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Melalui ucapan, seseorang membangun komunikasi, menjalin hubungan, hingga menyampaikan nilai-nilai kehidupan. Namun, dalam kehidupan beragama, berbicara tidak hanya soal menyampaikan pesan, melainkan juga tentang tanggung jawab moral. Ucapan yang keluar dari seseorang dapat menghadirkan kebahagiaan, mempererat persaudaraan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik. Karena itu, menjaga ucapan menjadi salah satu bentuk pengendalian diri yang penting dalam menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Putu Sariada, dalam obrolan Spada belum lama ini menjelaskan bahwa setiap kata memiliki konsekuensi dalam kehidupan sosial maupun spiritual. Ia mengutip ajaran dalam kekawin yang menjelaskan bahwa ucapan dapat membawa seseorang pada kebahagiaan, kedukaan, hingga kehilangan relasi. “Dengan berbicara kita bisa menemukan teman, kebahagiaan, tetapi juga bisa mendatangkan kedukaan jika tidak dijaga dengan baik,” ujarnya. Menurutnya, kesadaran inilah yang harus ditanamkan sejak dini agar seseorang mampu memahami dampak dari setiap kata yang diucapkan.
Dalam kehidupan masyarakat Buleleng yang dikenal memiliki gaya komunikasi lugas dan tegas, menjaga ucapan bukan berarti menghilangkan karakter tersebut. Justru yang perlu dijaga adalah sikap dan konteks dalam berbicara. Sariada menegaskan bahwa mengenali lawan bicara menjadi kunci utama dalam menjaga etika komunikasi. “Yang paling penting bukan sekadar bahasanya, tetapi sikap ketika berbicara dan kepada siapa kita berbicara,” katanya. Sikap yang baik akan membuat komunikasi tetap terasa hangat meskipun menggunakan bahasa yang terkesan keras.
Lebih jauh, menjaga ucapan dalam kehidupan beragama bertujuan menciptakan keharmonisan antarumat. Setiap agama mengajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan penghormatan terhadap sesama. Oleh karena itu, ucapan yang baik menjadi cerminan dari pemahaman ajaran agama itu sendiri. Dalam kehidupan masyarakat yang beragam seperti di Buleleng, komunikasi yang santun menjadi fondasi toleransi yang telah terbangun sejak lama. Dengan membiasakan berpikir sebelum berbicara, masyarakat diharapkan mampu menjaga hubungan sosial yang harmonis sekaligus mencerminkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....