Alur Penanganan Siswa Inklusi Diperkuat

  • 08 Feb 2026 15:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Sekolah inklusi di Kabupaten Buleleng menerapkan alur penanganan khusus bagi siswa disabilitas dan berkebutuhan khusus, mulai dari tahap screening awal hingga pendampingan belajar di kelas reguler.

Tim ULD Kabupaten Buleleng sekaligus Guru SMP Negeri 2 Banjar, Desak Made Rusniawati, menjelaskan sekolah inklusi merupakan program pendidikan yang menerima seluruh siswa tanpa diskriminasi, termasuk tunanetra dan anak berkebutuhan khusus (ABK).

“Sekolah inklusi itu menerima semua siswa tanpa terkecuali. Mereka belajar di kelas yang sama, hanya pendampingannya yang disesuaikan,” ujarnya.

Ia mengatakan proses dimulai dari screening awal saat penerimaan siswa baru, meliputi tes literasi dan numerasi dengan pendampingan orang tua. Jika ditemukan indikasi kebutuhan khusus, sekolah berkoordinasi untuk tes psikologi sebagai dasar penanganan lanjutan.

“Sebagai guru kita tidak bisa langsung memberi label. Harus ada asesmen dan tes psikologi supaya penanganannya tepat,” katanya.

Di SMP Negeri 2 Banjar, pendampingan dilakukan melalui program sinergi guru, pustakawan, dan wali kelas, serta penerapan kurikulum modifikasi atau program pengembangan individual bagi siswa ABK sesuai kemampuan belajar masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....