Pemkab Jembrana Alokasikan Bantuan Pembuatan Ogoh-ogoh

  • 03 Feb 2026 11:46 WIB
  •  Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memastikan tetap mengalokasikan bantuan subsidi bagi sekaa teruna-teruni (STT) dalam pembuatan ogoh-ogoh pada tahun 2026. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp2,5 juta bagi setiap STT di banjar adat yang memenuhi persyaratan.

Kepala Bidang Adat, Tradisi, dan Warisan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, I Gede Suartana, Jumat (30/1/2026), mengatakan anggaran subsidi ogoh-ogoh tetap disiapkan sebagai bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya Bali. Karya ogoh-ogoh hasil kreativitas STT nantinya juga akan diikutsertakan dalam ajang lomba seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Anggaran subsidi masih dialokasikan. Setiap STT banjar adat yang memenuhi ketentuan akan menerima bantuan sebesar Rp2,5 juta,” ujarnya.

Suartana menjelaskan, lomba ogoh-ogoh yang dikaitkan dengan rangkaian Tawur Agung Kesanga akan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Proses pendaftaran telah dibuka sejak Januari dan akan berlangsung hingga awal Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan menggunakan bahan ramah lingkungan. Panitia melarang penggunaan styrofoam, spons, serta plastik sekali pakai sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Hasil penilaian di tingkat kecamatan akan menetapkan lima ogoh-ogoh terbaik dari masing-masing kecamatan. Selanjutnya, karya terpilih akan dinilai kembali oleh tim juri tingkat kabupaten untuk menentukan 15 ogoh-ogoh terbaik tingkat Kabupaten Jembrana.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh terbaik tersebut akan kembali dinilai dalam parade ogoh-ogoh yang direncanakan digelar di kawasan Catus Pata Kabupaten Jembrana pada awal Maret 2026. Karya-karya tersebut juga akan dipamerkan dalam ajang Masikian Fest 2026.

Menurut Suartana, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kreativitas generasi muda, khususnya STT, dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Bali. Meski di tengah upaya efisiensi anggaran, subsidi pembuatan ogoh-ogoh tetap dipertahankan.

Sementara itu, sejumlah STT di berbagai banjar di Jembrana dilaporkan telah mulai mengerjakan kerangka ogoh-ogoh, meskipun Hari Raya Nyepi Caka 1948 masih sekitar dua bulan lagi. 
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....