Puing KMP Tunu Pratama Jaya Mulai Diangkat

  • 03 Feb 2026 11:26 WIB
  •  Singaraja
​RRI.CO.ID, Negara – Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada 3 Juli 2025 mulai dilaksanakan. Operasi evakuasi bawah laut tersebut dilakukan dengan mengerahkan kapal tongkang yang dilengkapi crane sejak Kamis (29/1/2026).

Seiring dimulainya pekerjaan bawah air, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi memberlakukan pembatasan pelayaran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Penetapan zona terbatas ini dilakukan untuk mendukung kelancaran serta keselamatan selama kegiatan scraping bawah laut berlangsung.

KSOP Tanjung Wangi telah menyampaikan pemberitahuan resmi melalui Notice to Marine kepada seluruh nakhoda, perusahaan pelayaran, dan operator kapal yang melintas di Selat Bali. Pekerjaan bawah laut tersebut dilaksanakan pada koordinat 08°09’33,11’’ Lintang Selatan dan 114°29’52,03’’ Bujur Timur.

Demi menjamin keamanan navigasi, area tertentu ditetapkan sebagai zona terlarang yang tidak boleh dimasuki kapal selama operasi berlangsung.  Kepala KSOP Tanjung Wangi, Capt. Purgana, menegaskan seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi wajib mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Kapal diminta tidak memasuki area terbatas, mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, serta menjaga komunikasi radio pada kanal pengamanan yang ditentukan.
“Nakhoda juga harus mengikuti arahan petugas patroli dan unsur pengamanan di lapangan,” ujarnya.

Untuk mendukung pengamanan perairan, area kerja akan dijaga oleh kapal patroli dan dilengkapi rambu pengamanan sementara berupa marker buoy atau pelampung penanda. Proses pengangkatan bangkai kapal diperkirakan memerlukan waktu cukup lama karena dilakukan secara bertahap.

Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat melayani penyeberangan Ketapang–Gilimanuk pada 3 Juli 2025 dini hari. Berdasarkan data terakhir saat penutupan operasi pencarian akhir Juli lalu, kapal tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 kru, serta 22 unit kendaraan. Hingga kini, masih terdapat 15 orang yang dinyatakan belum ditemukan. 
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....