Paus Sperma Kerdil Mati, Tim Lakukan Nekropsi

  • 03 Feb 2026 11:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Seekor Paus Sperma Kerdil (Kogia breviceps) yang sebelumnya ditemukan terdampar di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, akhirnya dinyatakan mati. Mamalia laut tersebut sempat mendapat penanganan medis di Umah Lumba Jaringan Satwa Indonesia (JSI-JAAN) di Kabupaten Buleleng sebelum menghembuskan napas terakhir.

Dokter Hewan JSI-JAAN, Deny Rahmadani, membenarkan kematian satwa dilindungi itu terjadi pada Rabu (28/1/2026). Setelah dinyatakan mati, tim medis langsung melakukan nekropsi atau bedah bangkai guna memastikan penyebab kematian.

“Siang kemarin paus mati, sudah kami lakukan nekropsi dan sudah kami laporkan dan koordinasikan juga ke BPSPL Denpasar. Sorenya tim medis melakukan nekropsi hingga malam hari,” kata Deny saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan, tim dokter menemukan adanya kerusakan cukup berat pada organ dalam paus berukuran sekitar 2,1 meter tersebut. Deny menjelaskan, sejak awal dievakuasi kondisi paus memang sudah lemah. Bahkan saat pertama kali ditemukan, tubuhnya dalam posisi miring ke kanan dan sempat dibantu warga serta nelayan untuk kembali ke laut, namun kembali terdampar.

“Hasil nekropsi terlihat ada perubahan pada paru-paru, warnanya kemerahan sampai kehitaman dan terdapat busa. Itu menandakan saat terdampar banyak air laut yang masuk ke paru-paru sehingga menyebabkan kesulitan bernapas yang mengakibatkan gagal nafas,” ujarnya.

JSI-JAAN juga menduga, paus tersebut awalnya terdampar akibat mengalami disorientasi. Dugaan itu diperkuat karena satwa tersebut sempat dilepas ke perairan oleh warga, namun kembali ke bibir pantai. Sebelumnya, paus itu pertama kali terlihat oleh pemilik warung di sekitar Pantai Tembles pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Warga setempat sempat bergotong royong mendorong mamalia laut itu ke tengah laut.

Namun keesokan harinya, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita, paus kembali ditemukan terdampar tidak jauh dari lokasi awal dengan kondisi lebih lemah serta mengalami luka memar.

“Kondisinya lemas dan ditemukan ada warna merah pada tubuhnya yang diduga luka memar,” ungkap Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, Selasa.

Petugas gabungan dari Polsek Mendoyo, penyuluh perikanan, serta pihak terkait sempat melakukan upaya penyelamatan sebelum akhirnya paus dievakuasi ke fasilitas rehabilitasi JSI di Buleleng untuk mendapat perawatan intensif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....