Puluhan HPR Divaksin dan Sterilisasi, Antisipasi Rabies

  • 30 Jan 2026 15:44 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Negara: Menindaklanjuti adanya laporan warga meninggal dunia dengan status suspek rabies di Kecamatan Mendoyo, Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil langkah antisipatif. Melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (PPP), upaya mitigasi dilakukan dengan menyasar hewan penular rabies (HPR) di wilayah rawan.

Pada Jumat (9/1/2026), sebanyak 44 ekor HPR di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, menjalani sterilisasi massal. Kegiatan ini bertujuan menekan pertumbuhan populasi sekaligus memutus mata rantai penyebaran rabies.

Pelaksanaan sterilisasi dan vaksinasi dipusatkan di Balai Banjar Adat Sandat, Desa Delod Berawah, sejak pukul 09.00 hingga 13.00 Wita. Dalam kegiatan tersebut, Dinas PPP Jembrana bekerja sama dengan Yayasan Seva Bhuana Denpasar untuk memberikan layanan kesehatan hewan secara gratis kepada masyarakat, termasuk vaksinasi rabies.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas PPP Jembrana, I Gusti Putu Ngurah Sugiarta, mengatakan Desa Delod Berawah menjadi prioritas karena pada Desember lalu ditemukan kasus suspek rabies pada manusia. Meski sampel anjing tidak sempat diperiksa, gejala klinis mengarah kuat pada rabies.

“Berdasarkan kondisi itu, kami lakukan penanganan di lapangan, baik pengendalian populasi anjing liar maupun hewan yang dibiarkan berkeliaran oleh pemiliknya,” kata Sugiarta.

Ia merinci, dari hasil kegiatan tersebut, sebanyak 59 ekor anjing dan kucing berhasil divaksin rabies. Sementara itu, 44 ekor HPR menjalani sterilisasi, yang terdiri atas 11 anjing jantan, 13 anjing betina, 8 kucing jantan, dan 12 kucing betina.

Menurut Sugiarta, kolaborasi dengan Yayasan Seva Bhuana memberikan manfaat besar, khususnya dalam efisiensi anggaran. Seluruh layanan sterilisasi dibiayai oleh pihak yayasan sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Masyarakat mendapatkan pelayanan secara gratis, sementara anggaran daerah bisa ditekan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan data penanganan rabies di Jembrana sepanjang 2025. Dari estimasi populasi sekitar 41.668 ekor anjing, capaian vaksinasi rabies hingga akhir Desember 2025 mencapai sekitar 66 persen. Pada periode yang sama, tercatat 116 kasus rabies positif, didominasi anjing sebanyak 101 kasus dan kucing 5 kasus.

Ke depan, Dinas PPP Jembrana berkomitmen melanjutkan program pengendalian rabies secara berkelanjutan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Fokus penanganan akan diarahkan pada wilayah dengan populasi anjing liar tinggi berdasarkan rekomendasi desa dan kecamatan.

“Langkah ini kami lakukan untuk menekan risiko penularan rabies dan meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat,” ucap Sugiarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....