PDIP Jembrana Kukuhkan Pengurus PAC
- 29 Jan 2026 15:05 WIB
- Singaraja
KBRN, Negara : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana secara resmi mengesahkan susunan kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) di lima kecamatan untuk periode 2025–2030. Pengukuhan tersebut dilaksanakan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang berlangsung di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK), Minggu (4/1/2026).
Dari hasil Musancab tersebut, muncul dua figur baru yang dipercaya memimpin PAC di wilayahnya masing-masing. I Putu Bayu Arbawa ditetapkan sebagai Ketua PAC Negara, sementara I Gede Susrama Wijaya dipercaya menakhodai PAC Melaya. Keduanya menggantikan pengurus sebelumnya yang kini mendapat penugasan di struktur DPC.
Sementara itu, kepemimpinan PAC di Kecamatan Jembrana, Mendoyo, dan Pekutatan tetap dipercayakan kepada jajaran petahana atau pengurus lama yang dinilai masih memiliki kinerja dan soliditas organisasi.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menyampaikan bahwa pembentukan struktur kepengurusan PAC dilakukan melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang. Salah satu prinsip utama yang dijaga adalah keterwakilan perempuan serta pelibatan generasi muda.
“Dalam setiap susunan kepengurusan PAC, kami pastikan keterwakilan perempuan dan anak muda mencapai minimal 30 persen,” ucap Sri Sutharmi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jembrana.
Usai pengukuhan pengurus tingkat kecamatan, DPC PDIP Jembrana langsung melanjutkan agenda konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan Musyawarah Ranting di 51 desa dan kelurahan se-Kabupaten Jembrana.
“Prosesnya tetap sama, kepengurusan lama dinyatakan demisioner, kemudian dipilih dan dilantik pengurus yang baru,” ujarnya. Musyawarah Ranting tersebut dijadwalkan berlangsung serentak pada 25 Januari mendatang.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memberikan arahan khusus kepada seluruh pengurus PAC yang baru dikukuhkan. Ia menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai ajaran Bung Karno dalam menjalankan kerja politik di tengah masyarakat.
Kembang Hartawan menyebut setiap kader PDIP harus mampu menjalankan tiga peran strategis, yakni sebagai otak, mata, dan otot partai.
“Kader harus menjadi mata partai untuk membaca kondisi masyarakat, menjadi otak yang memikirkan kemajuan daerah, dan menjadi otot partai yang bekerja keras serta hadir langsung bersama rakyat,” kata Bupati Jembrana tersebut.
Ia juga mengingatkan agar kader partai tidak hanya muncul pada saat momentum politik semata.
“Sesuai pesan Bung Karno, kader harus hadir di tengah rakyat, baik saat suka maupun duka. Kehadiran partai tidak boleh hanya ketika membutuhkan dukungan, tetapi harus konsisten bersama masyarakat,” ucapnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....