Tas Siaga Bencana Penting, Tapi Masih Sering Terabaikan
- 29 Jan 2026 13:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana masih tergolong rendah, terutama dalam hal kepemilikan tas siaga bencana. Banyak orang menganggap bencana sebagai peristiwa yang jarang terjadi dan tidak perlu dipersiapkan secara serius. Padahal, bencana datang tanpa peringatan dan sering kali membuat masyarakat kehilangan waktu berharga untuk menyelamatkan diri dan barang penting. Tas siaga bencana menjadi salah satu bentuk kesiapan paling sederhana, namun memiliki dampak besar dalam situasi darurat. Dengan tas yang sudah disiapkan sebelumnya, proses evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan lebih aman.
Relawan PMI, Dewa Ayu Komang Putri Sena, menegaskan bahwa tas siaga bencana bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai bentuk kesiapan menghadapi risiko. Menurutnya, bencana adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan.
“Bencana itu bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi sesuatu yang harus kita siap hadapi, salah satunya dengan menyiapkan tas siaga bencana,” ujarnya. Tas ini berfungsi sebagai pegangan awal ketika terjadi bencana agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi dalam proses evakuasi.
Isi tas siaga bencana sendiri berfokus pada kebutuhan dasar manusia. Mulai dari air minum bersih, makanan kering seperti biskuit atau abon, obat-obatan pribadi, perlengkapan P3K, pakaian, masker, hingga alat penerangan seperti senter. Selain itu, peluit juga disarankan sebagai alat bantu sinyal jika membutuhkan pertolongan. Ketut Wibawa Dharma Jaya menjelaskan bahwa fungsi utama tas ini adalah untuk mempertahankan kondisi korban tetap stabil selama masa tanggap darurat.
“Tas siaga bencana membantu kita bertahan dan tetap aman setidaknya di hari-hari awal setelah bencana terjadi,” kata Wibawa.
Sayangnya, tas siaga bencana masih sering dianggap tidak penting, khususnya oleh generasi muda. Banyak yang merasa tidak perlu karena tidak membawanya setiap hari. Padahal, tas ini cukup disimpan di rumah atau kamar dan siap dibawa kapan saja. Dengan meningkatnya potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor, kesiapan sederhana seperti tas siaga bencana justru menjadi langkah bijak. Edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab semua orang, bukan hanya petugas atau relawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....