Pekerja Migran Asal Jembrana Meninggal di Malaysia
- 27 Jan 2026 14:20 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Duka mendalam menyelimuti Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Seorang pemuda asal desa setempat, I Made Barta (22), dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti program magang di Malaysia, Sabtu 24 Januari 2026 sekitar pukul 00.00 Wita.
Almarhum diketahui sebagai siswa The International School Gianyar yang tengah menjalani program magang selama enam bulan di salah satu hotel di Malaysia. Namun, program tersebut baru memasuki bulan keempat ketika musibah terjadi.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, Putu Agus Arimbawa membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi orang tua dan kerabat.
“Benar, almarhum sedang mengikuti program magang di Malaysia. Kami sudah sempat melayat ke rumah duka, kondisi keluarga masih sangat terpukul,” ujar Arimbawa saat dikonfirmasi.
Dijelaskan, saat kejadian korban tinggal satu kamar dengan rekannya asal Lombok. Rekan korban yang bekerja pada shift sore kembali ke kamar sekitar pukul 00.00 waktu setempat. Namun setibanya di kamar, korban ditemukan sudah dalam kondisi kaku dan tidak bernyawa.
“Pihak kampus kemudian menghubungi keluarga di Jembrana pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 Wita untuk menyampaikan kabar duka tersebut,” ucapnya.
Berdasarkan informasi awal, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Padahal, menurut keterangan keluarga, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Bahkan dua hari sebelum kejadian, korban sempat melakukan panggilan video dengan keluarga dan terlihat dalam kondisi sehat.
“Tidak ada keluhan sakit yang pernah disampaikan kepada keluarga,” kata Arimbawa.
Sementara itu, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menegaskan bahwa keberangkatan korban ke Malaysia dilakukan secara resmi melalui program sekolah dan telah dilengkapi dengan perlindungan asuransi selama menjalani magang.
“Korban berangkat secara legal dan seluruh prosesnya tercakup dalam asuransi. Saat ini jenazah masih berada di rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan lanjutan,” ucapnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis rumah sakit serta kepolisian setempat, korban dinyatakan meninggal dunia akibat gangguan jantung. Hasil tersebut diterima sekitar pukul 16.00 Wita.
“Hasil medis menyebutkan korban murni mengalami gangguan jantung. Saat ditemukan, bagian dada korban sudah membiru. Usia korban 22 tahun,” ujarnya.
Meski demikian, pihak keluarga kembali menegaskan bahwa almarhum tidak pernah memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.
Terkait pemulangan jenazah, Sri mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Karena korban tercatat sebagai peserta magang resmi dan dilindungi asuransi, seluruh biaya pemulangan jenazah akan ditanggung hingga tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
“Saat ini proses administrasi masih berjalan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Pihak hotel serta perusahaan asuransi yang memiliki MoU tengah menangani seluruh pengurusan,” katanya.
(RRI Singaraja/Tika Utami)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....