Menjemput Ketenangan Batin di Pura Campuhan Windhu Segara

  • 26 Jan 2026 10:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Deburan ombak Pantai Padang Galak berpadu harmonis dengan suara Genta (lonceng) dan Kidung Suci (nyanyian keagamaan) di Pura Campuhan Windhu Segara, Pantai Padang Galak, Desa Kesiman, Denpasar. Pura ini kian ramai didatangi umat Hindu yang ingin melaksanakan ritual pembersihan diri secara spiritual.

Lokasi Pura ini dianggap sebagai titik temu energi alam yang kuat, karena berada di titik pertemuan antara air sungai (campuhan) dan air laut. Pura Campuhan Windhu Segara bukan sekadar destinasi wisata religi, melainkan tempat suci untuk memohon kesembuhan dan ketenangan jiwa.

Pura Campuhan Windhu Segara memiliki beberapa pelinggih, antara lain, Pelinggih Betara Wisnu, Padmasana, Rambut Sedana, Kanjeng Ratu, Dewi Kwam In, Pusering Jagat, Penglukatan, Ratu Bagus Padang Galak, Ratu Manik Segara, Ratu Gede Dalem Ped, Siwa Budha, Taksu Agung, Hyang Baruna, Tajuk Kiwa, dan Tengen. Saat hari suci seperti Banyu Pinaruh, Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan Siwa Ratri, jumlah pemedek (pengunjung) bisa meningkat drastis.

Salah satu pemedek yang beberapa kali melakukan persembahyangan di Pura Campuhan Windhu Segara, Devianti (25 tahun), seorang warga asal Buleleng mengungkapkan pengalamannya. Baginya, melukat di Pura Campuhan Windhu Segara memberikan sensasi ketenangan yang berbeda dibandingkan tempat lainnya.

"Saya sering merasa jenuh atau stres dengan pekerjaan, setiap kali habis melukat di sini, rasanya badan jadi lebih ringan dan pikiran jauh lebih jernih," tutur Devi.

Devi juga mengapresiasi tata kelola Pura yang tertata dengan sangat baik, meskipun antrean terkadang cukup panjang. Pura Campuhan Windhu Segara kini tidak hanya menjadi benteng spiritual bagi warga lokal Sanur, tetapi juga telah menjadi oase bagi siapa saja yang mencari keseimbangan hidup di tengah hiruk-pikuk perkotaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....