Pura Agung Jati Pramana, Simbol Harmoni dan Toleransi

  • 25 Jan 2026 17:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Cirebon - Pura Agung Jati Pramana memiliki peran vital bagi umat Hindu di tengah keberagaman budaya Kota Wali. Terletak di kawasan yang cukup tenang dan strategis, tepatnya di Jl. Bali No.4, Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, menjadikannya sebagai pusat spiritual umat Hindu di Wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Pura Agung Jati Pramana bermakna tempat suci untuk mengagungkan Tuhan berfokus pada kesadaran diri (Jati) dan energi kehidupan (Pramana/Prana). Seorang Jro Mangku (rohaniwan) di Pura Agung Jati Pramana, Jro mangku Komang Adi Putra Dana mengatakan Pura didirikan mulai tahun 1993-1994 dan upacara Ngenteg Linggih (peresmian) pada 16 Nopember 1996.

Jro Mangku asal Pemedilan, Dauhwaru, Jembrana, Bali yang sudah 20 tahun Ngayah (mengabdi) sebagai pemangku Pura Agung Jati Pramana menyebut jumlah pengempon di Pura tersebut yakni 60 KK (sekitar 200 orang) dan yang aktif ngayah sekitar 45 KK, tersebar di 5 Kota dan Kabupaten. Adapun bangunan yang ada di areal pura antara lain, Padmasana, Pengelurah (penunggun karang), Candi rong tiga (tempat para leluhur/penguasa jawa barat Prabu Siliwangi), Taman Sari (Beji), Hyang Maha Resi (letaknya di pasraman), Pelinggih Ganesa, Pelinggih Bebaturan (Lebuh Agung).

Secara visual, Pura ini mengadopsi gaya arsitektur khas Bali dengan ukiran batu padas yang detail. Pura ini menjadi simbol kekuatan spiritual manusia untuk memuja Tuhan sekaligus ikon toleransi beragama dan budaya.

Mengikuti konsep Tri Mandala, area Pura dibagi menjadi tiga zona yakni: Nista Mandala yaitu bagian terluar yang berfungsi sebagai area transisi. Selanjutnya Madya Mandala atau bagian tengah untuk aktivitas sosial, persiapan upacara, dan seni keagamaan serta Utama Mandala, yakni bagian paling utama tempat dilaksanakannya persembahyangan.

Selain sebagai tempat persembahyangan, Pura Agung Jati Pramana memiliki fungsi sosial yang sangat kuat sebagai pusat pendidikan dan seni. Berada di tengah pemukiman yang heterogen, pura ini menjadi simbol toleransi dan moderasi beragama dan keindahan arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri sebagai destinasi wisata religi.

Piodalan (upacara suci umat Hindu untuk memperingati hari pendirian Pura) di Pura Agung Jati Pramana yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur dan penyucian pura bertepatan dengan rahinan Tumpek Wayang. Perayaan ini berfungsi sebagai pusat spiritualitas dan penguatan nilai toleransi beragama di wilayah Cirebon. (RRI/Ratih)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....