BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Melanda Bali Sepekan

  • 23 Jan 2026 13:36 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Bali pada periode 21–27 Januari 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan peningkatan signifikan intensitas curah hujan. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

BMKG mencatat, sebagian besar wilayah Bali telah memasuki puncak musim hujan. Aktifnya monsun Asia yang disertai terbentuknya pola pertemuan angin serta tingginya kelembapan udara hingga lapisan atmosfer atas mendorong peningkatan aktivitas konvektif. Kondisi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Daerah-daerah tersebut berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor. Selain itu, potensi gelombang laut tinggi juga diprakirakan terjadi di sejumlah perairan sekitar Bali.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III, Cahyo Nugroho, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. “Selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar,” ujarnya pada Rabu, 21 Januari 2026. Ia juga meminta masyarakat rutin memantau informasi resmi dari BMKG.

Selain curah hujan tinggi, BMKG mencatat potensi gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian utara. Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan.

BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber tidak resmi. Seluruh pihak diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem. Langkah antisipatif yang tepat diharapkan dapat menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....