Pura Bukit Sinunggal Taksu Penjaga Utara Bali

  • 23 Jan 2026 12:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Di puncak perbukitan Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, berdiri sebuah peninggalan suci yang memancarkan aura magis dan kesejukan spiritual yakni Pura Bukit Sinunggal. Lebih dari sekadar tempat ibadah, pura ini adalah simpul sejarah kuno Bali Utara yang menyimpan cerita tentang persatuan, keteguhan, dan berkah bagi umatnya.

Secara historis, pura ini sering dikaitkan dengan masa pemerintahan Raja Sri Kesari Warmadewa. Berada di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut, pengunjung akan disuguhi pemandangan hijau perbukitan Buleleng dan garis pantai utara yang membentang luas.

Untuk mencapai utama mandala, pemedek harus menaiki ratusan anak tangga. Perjalanan ini dianggap sebagai simbol penyucian diri sebelum menghadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Taru bunut yang ada di genah payogaan Ida Batara Lingsir. (Foto: RRI/Ni Nyoman Wirati)

“Yang dipuja di Pura ini adalah Ida Bhatara lingsir hyang Manik Astagina. Nama 'Sinunggal' sendiri bermakna mempersatukan atau nunggalang pikiran atau menyatukan Bhuana Alit dengan Bhuana Agung, manunggaling kawula gusti. Ini adalah simbol bahwa di puncak ini, segala doa dan permohonan menyatu menuju satu titik yakni sang pencipta," ujar Jro Mangku Gede Dana.

Di area pura, terdapat pohon-pohon tua raksasa yang dipercaya sebagai penjaga alam gaib di sekitar bukit. “Jika ada pohon yang rubuh atau tumbang, itu menjadi tanda ada “ala” atau hal buruk yang akan terjadi dan sudah beberapa kali terbukti,” katanya menambahkan.

Pohon beringin yang berada di utamaning mandala. (Foto: RRI/Ni Nyoman Wirati)

Jro Mangku Gede Dana menceritakan bahwa banyak umat yang datang ke Pura Bukit Sinunggal dengan niat khusus. "Umat yang tangkil di pura Bukit Sinunggal ini, banyak yang sudah terkabulkan permohonannya, baik untuk kesembuhan atau permohonan khusus lainnya,” ucap Jro Mangku.

Kesucian dan tradisi di pura Pura Bukit Sinunggal terus terjaga, menjadi mercusuar spiritual bagi umat yang mencari ketenangan di tengah hiruk pikuk dunia. (RRI/Ni Nyoman Wirati)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....