Diduga Masalah Asmara, Dua Warga Tewas Gantung Diri
- 22 Jan 2026 07:05 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Warga Banjar Adat Sari Kelod, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, dikejutkan dengan penemuan dua orang meninggal dunia di sebuah kamar kos. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 Wita dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan warga, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menjelaskan langkah awal yang dilakukan petugas.
“Begitu menerima informasi, petugas langsung menuju TKP, melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara, serta berkoordinasi dengan petugas medis untuk memastikan kondisi korban,” ujarnya.
Kedua korban masing-masing berinisial P.A.S (28), laki-laki asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, dan K.S.B.C (24), perempuan warga Desa Kubutambahan. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar kos yang berada di wilayah Banjar Adat Sari Kelod, Desa Pancasari.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian diketahui saat seorang teman korban laki-laki mendatangi kos sekitar pukul 10.30 Wita. Saksi melihat sepeda motor korban perempuan terparkir di depan kamar dan sempat mengetuk pintu selama sekitar 10 menit, namun tidak ada jawaban.
Saksi kemudian meminta bantuan pemilik kos untuk membuka pintu dengan kunci cadangan, namun pintu terkunci dari dalam. Saat melihat melalui ventilasi, saksi mendapati kedua korban sudah dalam kondisi tergantung, sehingga pemilik kos segera menghubungi aparat desa dan Polsek Sukasada.
Petugas medis Puskesmas Sukasada II melakukan pemeriksaan luar dan memastikan kedua korban telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara motif kejadian berkaitan dengan masalah hubungan asmara, namun polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti.
“Polisi telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, berkoordinasi dengan petugas medis, serta menghubungi pihak keluarga korban,” jelas IPTU Yohana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....