Berawal Iseng Laras Sukses Kembangkan Risol
- 11 Jan 2026 15:16 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Usaha makanan di tengah tren digital menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM. Hal ini dirasakan langsung oleh Laras Pande, owner Risol Rich Solo, yang memulai bisnis risolnya dari pengalaman sederhana namun penuh keberanian. Berawal dari kegemarannya memasak dan latar belakang kerja di kapal pesiar, Laras kini sukses mengembangkan usaha risol yang dikenal luas di Singaraja.
Laras mengungkapkan bahwa ide bisnisnya muncul secara spontan saat ia pulang cuti dari kapal pesiar pada 2020. Rasa rindu pada risol, ditambah sulitnya menemukan penjual risol saat itu, membuatnya mencoba membuat sendiri di rumah. Tanpa rencana besar, ia mulai menjual risol secara online.
“Awalnya cuma iseng karena lagi vacation dan nganggur dua bulan. Ternyata feedback-nya bagus, akhirnya aku lanjut jualan sampai sekarang,” ujar Laras Pande saat mengisi obrolan Muda Kreatif di Pro 2 RRI Singaraja, Sabtu (10/1/2026).
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi usahanya. Saat tidak bisa kembali bekerja di kapal, Laras memutuskan fokus berjualan risol secara daring. Namun perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Ia sempat berhenti dan kembali berjualan secara musiman mengikuti jadwal cutinya. Hingga akhirnya pada 2025, Laras memberanikan diri membuka stand fisik di Singaraja.
Menurut Laras, perubahan pola jualan dari frozen food ke risol goreng langsung menjadi respons atas permintaan pelanggan. Banyak pembeli ingin risol yang bisa langsung dinikmati tanpa perlu menggoreng sendiri. “Awalnya aku jual frozen, tapi banyak yang minta langsung digoreng karena pengin makan cepat dan praktis,” katanya.
Risol Rich Solo dikenal dengan menu creamy chicken, creamy tuna, dan double trouble cheese yang memiliki cita rasa khas. Resep tersebut melalui proses trial and error panjang hingga akhirnya bertahan sampai sekarang. Meski banyak kompetitor dengan menu serupa, Laras memilih fokus menjaga kualitas rasa dan konsistensi produk.
Pemanfaatan media sosial menjadi kunci penting perkembangan usahanya. Sejak awal, Laras aktif membagikan aktivitas memasak dan keseharian di dapur melalui TikTok dan Instagram. Hal ini membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus memperkuat personal branding. Laras percaya bahwa di era digital, bukan hanya produk yang dijual, tetapi juga sosok di balik usaha tersebut. Kedekatan dengan pelanggan membuat Risol Rich Solo tidak hanya dikenal sebagai makanan, tetapi juga sebagai cerita perjuangan seorang pelaku UMKM.
Kini, dengan tim kecil yang solid, Laras terus mengembangkan usahanya secara bertahap. Ia memilih fokus memperkuat satu usaha terlebih dahulu sebelum memikirkan ekspansi lebih jauh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....