Titik Nol Singaraja Disulap Jadi Destinasi Wisata Baru

  • 24 Nov 2025 07:53 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan transformasi besar-besaran di kawasan Titik Nol Singaraja. Tidak hanya dibenahi sebagai pusat kota, kawasan ini ditata ulang menjadi ruang publik modern dan destinasi wisata sejarah yang layak dikunjungi wisatawan maupun warga lokal. Seluruh desain diarahkan untuk menghadirkan wajah kota yang lebih nyaman, estetik, dan kaya nilai historis.

Penataan yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal 2026 ini mencakup utilitas bawah tanah, peremajaan bangunan heritage, penataan taman kota, hingga pengembangan area rekreasi. Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan bahwa Titik Nol akan menjadi kawasan ikon baru yang menggabungkan unsur sejarah dengan ruang publik yang fungsional.

Menurutnya, penataan kabel dan seluruh jaringan utilitas di bawah tanah menjadi fondasi awal pembentukan kawasan wisata. Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi kabel semrawut yang menghalangi pemandangan maupun mengganggu estetika kota.

“Semua utilitas kita pasang di bawah tanah sehingga view estetika itu maksimal di sana,” ucapnya

Untuk memperkuat fungsi wisata, Pemkab juga menyiapkan penataan cahaya, air mancur, dan ruang terbuka hijau. Tugu Singa yang menjadi landmark kawasan akan tetap dipertahankan bentuk aslinya, namun dihias dengan tata lampu dan tata air yang lebih modern. Tujuannya agar kawasan hidup tidak hanya pada siang hari, tetapi juga menjadi titik keramaian pada malam hari.

Dinas PUTR merancang pedestrian yang lebar sehingga kawasan nyaman dilalui pejalan kaki, termasuk wisatawan yang ingin menikmati suasana kota tua Singaraja. Jalur pedestrian ini dilengkapi saluran air dan ruang kabel yang dibuat terpisah agar tetap aman dan mudah dirawat.

“Semua sudah didesain untuk mudah dipelihara. Tidak saling mengganggu,” kata Adiptha.

Selain itu, bangunan-bangunan bersejarah di sekitar Titik Nol juga direstorasi dengan pendekatan heritage. Desain dikembalikan ke bentuk aslinya berdasarkan foto-foto lama dan kajian sejarah. Penataan ini sekaligus memperkuat karakter kawasan sebagai pusat sejarah Buleleng.

Kawasan Titik Nol juga diproyeksikan sebagai ruang publik untuk kegiatan komunitas, olahraga, festival, hingga pusat aktivitas warga. Pemerintah menyiapkan kantong parkir baru, rekayasa arus lalu lintas, serta area drop-off wisatawan agar kawasan tertata dan tidak semrawut seperti sebelumnya.

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung dalam enam bulan, sebelum persiapan Buleleng Festival pada Juli 2026. Titik Nol diharapkan menjadi wajah baru Singaraja sekaligus daya tarik wisata perkotaan yang mencerminkan sejarah, keindahan, dan kenyamanan kota tua Buleleng.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....