Sapi Jantan Mengamuk, Pemilik Diduga Diseruduk Hingga Meninggal

  • 15 Mar 2023 17:18 WIB
  •  Singaraja
KBRN, Negara : Seorang warga Banjar Pancaseming, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, I Nengah Weta (69) meninggal dunia diduga usai diamuk sapi jantan peliharaannya, Selasa (14/3/2023) sore. Korban mengalami sejumlah luka serius hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit namun tak tertolong. Kejadian ini terjadi diduga saat korban hendak memberikan pakan untuk sapinya itu.

Dari keterangan saksi, Sayu Kade Suenteri, pada Selasa sore, ia merasa khawatir karena suaminya tidak kunjung pulang hingga sore menjelang petang. Suentra kemudian bergegas menyusul suaminya dan menemukan korban telah tergeletak di sekitar kandang sapinya dengan badan penuh luka. Sapi peliharaannya masih berada di sekitar korban dengan kondisi sapi yang masih beringas.

Sayu Kade Suenteri kembali pulang memanggil anak-anaknya membantu mengangkat dan membawa pulang korban. Namun sayangnya, korban dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit. Korban diduga mengalami luka terutama di bagian kepala, dada termasuk di bagian tubuh yang lainnya.

Kapolsek Jembrana Iptu I Putu Budi Santika, Rabu (15/3/2023) membenarkan kejadian tersebut. Budi Santika menjelaskan bahwa sapi peliharaan korban kemungkinan mengamuk lantaran kurang makan dan libidonya meningkat sehingga sapi tersebut emosi tidak terkendali. Untuk mengantisipasi sapi yang mengamuk, terjangkit atau tidak, petugas Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melakukan pengecekan ke lapangan.

Dari pengecekan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Jembrana I Wayan Widarsa, Rabu (15/3/2023) menjamin sapi yang menewaskan korban tidak terkena rabies atau sapi gila.

"Sapi ini tidak ada gejala sakit tidak pernah ada digigit anjing. Nah tadi hasil penelusuran ke lokasi oleh tim kami medik veat dan PPL, sapi dalam keadaan tenang. Jadi kemungkinan korban ini menuntun atau menarik sapinya jadi sapinya itu dipindahkan dengan cara menarik atau menuntun. Mungkin sapi stres terlalu tinggi karena telat makan. Dari riwayat tidak pernah melakukan penyaluran birahi istilahnya, sudah dua bulan tidak kawin sehingga sapi menjadi stres. Jadi tidak ada gejala sapi gila atau rabies. Karena di tempat ini pada bulan Desember 2022 lalu kami sudah melakukan vaksinasi di sini," jelas Widarsa.

Pihak keluarga korban mengaku pasrah atas musibah yang menimpa korban dan akan melakukan prosesi pengabenan pada Jumat (17/3/2023). Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk selalu berhati-hati dalam merawat hewan peliharaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....