Senderan Pantai Pebuahan Rusak, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
- 15 Sep 2025 10:57 WIB
- Singaraja
KBRN, Negara: Kualitas pembangunan senderan pengaman pantai di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana dipertanyakan warga. Proyek yang dibangun tahun 2024 dengan anggaran sekitar Rp18,5 miliar itu, belum genap setahun sudah mengalami kerusakan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada pondasi bagian luar dan lantai jogging track, tetapi juga batu armor berukuran besar yang mulai lepas. Sementara pengerjaan pemeliharaan yang dilakukan rekanan sejak awal Juli dinilai lambat dan belum rampung hingga kini. Kondisi semakin parah setelah hujan deras disertai banjir pada Rabu lalu.
“Senderan ini belum setahun sudah banyak yang rusak. Apakah karena ombak Pebuahan yang ganas, atau kualitas pengerjaan yang kurang baik,” ungkap Hariyanto, salah seorang warga, Minggu (14/9/2025).
Menurutnya, kerusakan sebagian senderan terjadi bahkan sebelum ombak besar datang. “Kena hujan saja sudah ambrol sekitar tiga bulan pertama proyek selesai,” jelasnya.
Hariyanto menambahkan, bila kerusakan disebabkan ombak besar, maka senderan di lokasi lain seperti Perancak, Delodberawah, Cupel, Rening, dan Candikusuma juga akan mengalami kerusakan serupa. “Nyatanya cuma di Pebuahan yang rusak,” ucapnya.
Warga pun berharap pihak rekanan benar-benar memperhatikan kualitas material dan pengerjaan dalam masa pemeliharaan. “Kami khawatir kalau pengerjaannya seperti dulu, tidak akan bertahan lama. Jangan hanya formalitas tanpa memperhatikan kualitas,” katanya.
Selain kualitas, warga juga menyoroti lambatnya perbaikan. Mereka khawatir masa pemeliharaan berakhir sebelum kerusakan selesai ditangani, sehingga bagian senderan yang rusak dibiarkan begitu saja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....