Bahaya Tersembunyi di Balik Tato Henna Hitam
- 02 Sep 2025 20:18 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Henna atau Lawsonia inermis sudah lama digunakan sebagai pewarna alami rambut, kuku, dan tato temporer. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan sebutan inna atau pacar. Warnanya biasanya berkisar antara jingga, cokelat, hingga merah, dan kerap dipakai dalam tradisi pernikahan.
Namun, kini banyak beredar tato henna dengan warna hitam pekat. Warna tersebut bukan berasal dari daun henna asli, melainkan dari campuran bahan kimia tambahan, salah satunya p-phenylenediamine (PPD).
Risiko Penggunaan Henna Hitam
PPD sebenarnya berasal dari tar batu bara, dan pada sebagian orang bisa memicu reaksi alergi kulit. Gejalanya dapat muncul dalam hitungan hari hingga minggu, berupa:
- Gatal dan ruam merah
- Kulit melepuh atau luka
- Warna kulit memudar
- Sensitivitas berlebih terhadap sinar matahari
Pada penderita defisiensi G6PD, tato henna dengan PPD bahkan bisa mempercepat kerusakan sel darah merah, kondisi yang dapat mengancam nyawa.
Tips Aman Memilih Tato Henna
Agar terhindar dari bahaya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti dikutip dari laman Alodokter:
- Pilih henna berwarna alami (jingga, merah, cokelat).
- Waspadai henna berwarna hitam pekat.
- Selalu baca label bahan, hindari produk dengan kandungan phenylenediamines atau toluenediamines.
- Lakukan tes alergi di area kecil kulit sebelum penggunaan.
- Jangan aplikasikan pada area kulit yang sensitif.
Tato henna umumnya bertahan sekitar dua minggu sebelum memudar. Jika ingin mempercepat hilangnya, bisa dilakukan dengan rendaman air garam atau sabun antibakteri.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari bantuan medis jika setelah memakai henna muncul gatal hebat, rasa perih, kulit melepuh, atau tato tidak juga hilang. Penanganan dini bisa mencegah bekas luka permanen.
Henna asli relatif aman, tapi henna hitam dengan tambahan bahan kimia berbahaya bisa menimbulkan risiko serius. Jadi, selalu cermat sebelum memakainya, ya!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....