Kapal Cinta Natomas Miring, Bongkar Limbah B3 Disimulasikan

  • 01 Agt 2025 06:39 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Ancaman pencemaran lingkungan laut mengintai Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak, Buleleng, seiring dengan kondisi kapal tanker Floating Storage Offloading (FSO) bernama Cinta Natomas yang semakin mengkhawatirkan. Kapal yang telah tambat sejak tahun 2018 itu tak hanya miring, tetapi juga mengangkut limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa endapan minyak mentah sebanyak 105 barel.

Kondisi kapal yang tidak stabil memicu kekhawatiran akan tumpahnya muatan ke perairan sekitar. Menyikapi situasi tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang bergerak cepat dengan menggelar simulasi penanganan bongkar muatan limbah B3 sebagai bentuk antisipasi.

Simulasi ini tidak hanya melibatkan instansi pelabuhan, tetapi juga pekerja dari PT Tenang Jaya, perusahaan vendor yang direncanakan menangani pemindahan limbah tersebut. Kegiatan difokuskan pada aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan selama proses berlangsung.

“Kegiatan ini perlu dilakukan simulasi agar saat pelaksanaan bongkar muatan benar-benar memperhitungkan aspek keselamatan, baik orang yang terlibat maupun lingkungan,” ujar Kepala KSOP Celukan Bawang, Taufikur Rahman, Jumat (1/8/2025).

Dalam simulasi tersebut, personel dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pelayaran (KPLP) juga turut andil. Mereka melatih puluhan pekerja PT Tenang Jaya melalui prosedur drill medivac, yaitu latihan evakuasi medis dalam situasi darurat. Proses ini meliputi identifikasi titik kumpul, prosedur pertolongan pertama, hingga penggunaan peralatan medis.

“Petugas KPLP melaksanakan kegiatan drill medivac pada area FSO untuk memastikan kesiapan dan kemampuan dalam menangani situasi medis yang memerlukan pemindahan pasien dengan dukungan medis,” jelas Taufikur Rahman.

Simulasi ini juga mengukur kecepatan waktu evakuasi apabila terjadi kecelakaan kerja saat proses pemindahan limbah berlangsung. Hasilnya, durasi evakuasi dari lokasi kapal ke rumah sakit terdekat tercatat selama 30 menit.

Namun, rencana pemindahan limbah harus ditunda karena posisi kapal Cinta Natomas masih miring. Diduga, kemiringan terjadi akibat kebocoran lambung kapal yang disebabkan oleh pergeseran muatan dari tangki lain melalui pipa dan klep yang tidak kedap, sehingga minyak mengalir antar tangki.

“Kita tunggu hingga kapal kembali stabil pada posisinya, baru dilakukan pemindahan muatan limbah B3,” pungkas Taufikur Rahman.

Dengan ancaman limbah B3 yang nyata, kesiapsiagaan dan prosedur ketat menjadi benteng utama untuk melindungi laut Celukan Bawang dari potensi bencana ekologis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....