Targetkan Kesejahteraan Petani, Brida Susun Roadmap Pengembangan Kopi

  • 22 Mei 2025 09:31 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng mulai menyusun roadmap pengembangan komoditas kopi Arabika dan Robusta sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi besar perkebunan kopi di wilayah tersebut. Penyusunan roadmap ini dilaksanakan dengan melibatkan akademisi serta berbagai pemangku kepentingan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Buleleng, Senin (20/5/2025).

Ketua Tim Pelaksana, I Wayan Rideng, yang juga akademisi dari Universitas Warmadewa, menyoroti adanya kesenjangan besar antara potensi kopi Buleleng dan nilai tambah yang diterima petani. Ia menyatakan bahwa banyak kopi dari Buleleng dipasarkan dengan merek dari daerah lain, sehingga keuntungan utama justru dinikmati oleh pihak luar.

“Petani kita hanya mendapatkan ‘ampasnya’. Mereka tidak memperoleh keuntungan maksimal, sehingga banyak yang kehilangan semangat untuk terus menanam dan mengelola kopi,” ucapnya.

Rideng juga menjelaskan bahwa kopi Bali, khususnya yang telah memiliki identitas kuat seperti kopi Kintamani, sudah diakui secara nasional bahkan menduduki peringkat kedua setelah kopi Gayo dari Aceh. Sayangnya, kopi dari Buleleng belum memiliki branding yang kuat, meskipun memiliki kualitas yang bersaing.

Data yang dimiliki Brida menunjukkan bahwa luas perkebunan kopi di Kabupaten Buleleng mencapai 2.854 hektar untuk jenis Arabika dan 10.272 hektar untuk Robusta. Namun, sekitar 700,98 hektar di antaranya masih belum menghasilkan, menunjukkan masih besarnya potensi yang belum tergarap.

Melalui penyusunan peta jalan ini, Brida menggandeng kalangan akademisi untuk merumuskan program aksi konkret yang bertujuan memberdayakan petani, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta memperkuat daya saing kopi lokal sebagai produk unggulan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....