Desa Penyaringan Jadi Contoh Nasional, Perkuat Pembangunan Berbasis Data

  • 15 Mei 2025 14:54 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Negara: Upaya memperkuat pembangunan desa berbasis data kini makin nyata di Kabupaten Jembrana. Rabu (14/5/2025), Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi meluncurkan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2025. Tak sekadar lokal, desa ini juga didapuk menjadi wakil Provinsi Bali dalam ajang lomba tingkat nasional.

Program Desa Cantik merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jembrana, Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana, dan BPS Provinsi Bali. Peluncuran yang berlangsung di Aula Desa Penyaringan itu dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Anggota DPRD Bali I Kade Darma Susila, unsur Forkopimda Jembrana, serta perwakilan desa dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Kembang menyoroti pentingnya akurasi data sebagai landasan utama pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Ia menegaskan, desa harus menjadi pelaku utama dalam proses pembangunan, bukan hanya penerima program. “Tanpa data yang valid, kita hanya menebak-nebak. Pembangunan bisa gagal arah. Data itu kompas, dan desa adalah peta awalnya,” ujar Bupati Kembang dengan tegas.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Desa Penyaringan mampu menjadi contoh nasional dalam pengelolaan data desa. Tidak hanya sekadar berkompetisi, namun benar-benar mencerminkan komitmen Jembrana dalam pembangunan berbasis bukti.

Sementara itu, Kepala BPS Jembrana Rocky Gunung Hasudungan menambahkan, program Desa Cantik hadir untuk menjawab tantangan rendahnya kualitas data di tingkat desa. Ia menyebut masih banyak desa yang belum memiliki data lengkap dan valid untuk mendukung perencanaan program. “Desa Cantik bukan sekadar gelar, tapi komitmen untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan berdiri di atas fondasi data yang benar,” jelas Rocky.

Ia menyebut, melalui program ini, BPS akan mendampingi desa dalam penguatan kapasitas pengelolaan data, mulai dari pelatihan hingga pemanfaatan data untuk perencanaan dan evaluasi. Selain mendukung perencanaan pembangunan, program ini juga diharapkan dapat mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

Langkah kick off ini menjadi awal dari upaya besar membangun sistem data desa yang terpadu dan dapat diakses lintas sektor. Dengan pendekatan berbasis data, Pemkab Jembrana menargetkan pembangunan desa yang lebih terukur dan tepat sasaran. “Ini bukan sekadar peluncuran, tapi awal dari transformasi. Desa Penyaringan kita harapkan menjadi pemantik perubahan menuju Jembrana yang lebih maju dan cerdas data,” pungkas Rocky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....