Warga Asahduren Gelar Tradisi Nampah Kebo
- 24 Apr 2025 14:54 WIB
- Singaraja
KBRN, Negara: Warga Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali menjalankan tradisi nampah kebo (memotong kerbau) menjelang hari raya Galungan. Tradisi ini dilakukan turun temurun dan sampai saat ini masih dipertahankan dengan mepatung (urunan) secara berkelompok. Daging dari Kerbau yang dipotong menjelang Galungan, akan dibagi sama rata dan berat sesuai jumlah orang yang ikut mepatung.
Tradisi nampah kebo menjelang Galungan ini sedikit berbeda dengan desa lain yang umumnya memotong babi. “Pada Galungan ini astungkara ada empat ekor kerbau, termasuk di rumah kami ada dua ekor kerbau yang dipotong untuk 80 tanding atau sekitar 150 Kepala Keluarga,” ujar Bendesa Asahduren, I Kadek Suentra, Kamis (24/4/2025). Setiap satu tanding, seharga Rp 1.070.000 dalam kelompok yang dibentuk.
Tradisi ini menurutnya dilakukan turun temurun mengikuti dari asal mereka yakni Muncan, Karangasem dimana ada salah satu pura yang tidak boleh menggunakan sarana upakara daging celeng atau babi. Sehingga alternatif menggunakan daging ayam atau kerbau. Dan itu dilaksanakan secara turun menurun secara berkala hingga saat ini masih dilaksanakan.
“Sampai sekarang masih berlanjut, cuma jumlah kerbau mengikuti situasi ekonomi. Kalau dulu masih bisa antara 7 ekor satu desa, sekarang seiring naiknya harga kerbau dan harga pertanian kurang begitu bagus, jumlah sedikit berkurang,” kata Suentra.
Namun dilihat dari nilai urunan per satu tanding meningkat. Bila dulu satu tanding sekitar Rp 200-Rp 300 ribu, sekarang kisaran Rp 1 juta lebih. Daging kerbau yang telah dipotong ini, digunakan untuk sarana saat hari raya. Termasuk dikonsumsi dengan berbagai macam olahan masakan khas Bali. Seperti tum, sate lilit, rawon dan hidangan khas Galungan, lawar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....