Fenomena Brain Rot: Ancaman Serius bagi Generasi Muda

  • 14 Mar 2025 20:24 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Di era digital yang semakin maju, banyak anak muda menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Kebiasaan ini tanpa disadari dapat menyebabkan fenomena Brain Rot, sebuah kondisi yang mengacu pada penurunan fungsi kognitif akibat konsumsi media digital yang berlebihan.

Dalam acara Pos Jaga di Pro 2 RRI Singaraja Bali, Kamis (13/3/2025) I Rai Hardika, M.Psi., Psikolog dari Universitas Dyana Pura, menjelaskan meskipun Brain Rot bukan kondisi medis resmi, dampaknya sangat nyata bagi kesehatan mental dan produktivitas seseorang.

“Ketika seseorang terus-menerus menggulir media sosial, menonton video secara maraton, atau bermain game tanpa batas, otaknya menerima terlalu banyak rangsangan dopamin. Akibatnya, kemampuan untuk fokus, berpikir kritis, dan memproses informasi menurun. Ini yang disebut sebagai Brain Rot,” ujarnya.

Fenomena ini diperparah dengan kebiasaan doom scrolling, yaitu kecenderungan membaca berita negatif secara kompulsif. Jika dibiarkan, Brain Rot dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, kelelahan mental, bahkan meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.

Sebagai solusinya, Rai menyarankan beberapa langkah pencegahan, seperti membatasi waktu layar, menghindari konten negatif, serta memperbanyak interaksi sosial di dunia nyata. Dengan begitu, anak muda dapat tetap memanfaatkan teknologi tanpa harus kehilangan keseimbangan mental mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....