Makna dan Tradisi Anggarakasih Tambir dan Kajeng Kliwon
- 18 Nov 2024 10:49 WIB
- Singaraja
KBRN,Singaraja: Bali dikenal dengan beragam tradisi dan hari raya keagamaannya, salah satunya Anggarakasih dan Kajeng Kliwon yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu yang pada tahun ini jatuh pada, Selasa 19 November 2024. Kedua rainan ini dipercaya sebagai momentum penting untuk melaksanakan persembahyangan dan ritual khusus guna mencapai keharmonisan rohani. Anggarakasih merupakan pertemuan antara Saptawara Anggara, Pancawara Kliwon, dan Triwara Kajeng.
Hari ini kerap disebut juga Anggarkasih atau Anggara Kasih. Dalam ajaran Hindu, Anggarakasih dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mewujudkan cinta kasih, tidak hanya kepada sesama tetapi juga kepada Sang Pencipta. Menurut kepercayaan, pada hari ini Sang Hyang Ludra sedang melangsungkan yoga guna menyucikan jagat. Umat Hindu pun memanfaatkan momen ini untuk introspeksi diri dan meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan.
Sementara itu, Kajeng Kliwon adalah rainan yang jatuh setiap 15 hari sekali, yakni pertemuan antara Triwara Kajeng dan Pancawara Kliwon. Kajeng Kliwon diyakini sebagai hari keramat yang menjadi waktu bagi Sang Hyang Siwa melaksanakan yoga semadi. Seperti yang dijelaskan dalam Lontar Sundarigama, hari ini merupakan momen penyucian melalui persembahan wewangian di tempat suci dan area rumah.
Persembahan ini meliputi Segehan kepel (dua kepalan nasi yang dijadikan satu) dan Telung tanding (tiga jenis persembahan) yang diletakkan di tiga titik utama: halaman merajan, pintu masuk utama, dan halaman rumah. Setiap persembahan pada Kajeng Kliwon memiliki tujuan khusus, di antaranya Sang Bhuta Bucari (dihaturkan di halaman merajan), Sang Durgha Bucari (diletakkan di depan pintu masuk rumah) dan Sang Kala Bucari (diletakkan di halaman rumah).
Melalui tradisi ini, umat Hindu di Bali berharap agar keluarga dan pekarangan rumah mereka senantiasa diberkati dan dilindungi dari segala energi negatif. Buku Pokok-pokok Wariga karya I.B. Suparta Ardhana menyebutkan bahwa Kajeng Kliwon juga dipercaya sebagai hari baik untuk berbagai ritual spiritual. Namun, yang terpenting adalah nilai-nilai cinta kasih, introspeksi diri, dan perlindungan yang diwujudkan melalui tradisi ini. Anggarakasih dan Kajeng Kliwon menjadi pengingat bahwa harmoni spiritual dapat tercapai melalui ritual yang dilakukan dengan tulus dan penuh keyakinan. Tradisi ini tidak hanya melindungi fisik, tetapi juga menyucikan hati dan pikiran umat Hindu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....