KTH Wana Merta Jaga Hutan Mangrove di Budeng

  • 11 Des 2022 14:45 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Negara : Hutan Mangrove di Budeng dan Perancak, Jembrana, Bali merupakan salah satu bagian paru-paru Pulau Bali. Selama kurun waktu 20 tahun ini, seluas 200 hektar lahan yang dulunya rawa-rawa dan bekas tambak udang, dikonservasi menjadi kawasan hutan bakau. KTH Wana Merta desa Budeng mengelola sekitar 25 hektar dari total luas hutan mangrove yang ada tersebut.

Selain mempertahankan fungsi konservasi, KTH yang digawangi warga desa Budeng ini juga berupaya memanfaatkan Mangrove dapat memiliki manfaat bagi warga sekitar. Ketua KTH Wana Merta, I Putu Mandiasa, Minggu (11/12/2022) mengatakan fokus yang dilakukan KTH ini adalah konservasi mangrove dalam artian mengembalikan kawasan yang kosong untuk hutan mangrove.

"Ada tiga sub di KTH ini, kelompok usaha perhutanan sosial. Pertama Ekowisata, kedua HHBK (hasil hutan bukan kayu) dan silvofishery. Sekarang ini kami tonjolkan ekowisata terutama kuliner, warung mangrove," katanya. Di warung yang berada di tengah hutan Mangrove ini, menyajikan sejumlah masakan khas Budeng, termasuk kepiting bakau dan Teh Jeruju (bahan dari mangrove).

Teh Jeruju merupakan salah satu produk olahan dari hutan Mangrove, termasuk keripik Mangrove dan kopi ekstrak. Sedangkan untuk silvofishery, kelompok ini melakukan budidaya kepiting bakau dan bioflok nila. "Untuk kepiting nantinya mengarah ke keramba. Pembesaran yang kami lakukan fungsinya untuk subsidi di warung kuliner," kata Mandiasa.

Di hutan mangrove ini terdapat berbagai jenis tanaman bakau. Total ada enam jenis tanaman yang dikembangkan dan ditanam sesuai zona diatur. Berkeliling di areal KTH ini juga memberikan manfaat untuk edukasi. Pengunjung selain dapat berkeliling melihat hutan Mangrove serta habitatnya, juga dapat menikmati kuliner khas desa Budeng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....