Tradisi Nyekar Warnai Lebaran di Loloan Timur

  • 22 Mar 2026 06:59 WIB
  •  Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Suasana Hari Raya Idulfitri 2026 di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, diwarnai tradisi nyekar yang masih lestari di tengah masyarakat, Sabtu 21 Maret 2026. Usai melaksanakan Salat Idulfitri, ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Loloan Timur. Sejak pagi, kawasan pemakaman terbesar di wilayah tersebut dipadati peziarah yang datang bersama keluarga.

Mereka membawa bunga, air doa, hingga wewangian untuk ditaburkan di makam keluarga. Setelah itu, warga melanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat yang telah meninggal dunia.

Bagi masyarakat setempat, tradisi nyekar bukan sekadar kegiatan rutin saat Lebaran. Kegiatan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Muslim di Loloan Timur. Selain sebagai bentuk penghormatan, nyekar juga dimaknai sebagai upaya menjaga ikatan batin dengan para leluhur.

Salah seorang warga, Muksin, mengatakan tradisi ini selalu dijalankan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada keluarga yang telah tiada.

Ia menambahkan, nyekar juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga. “Selain mendoakan keluarga, kami juga bisa bertemu saudara dan tetangga. Ini sekaligus momen saling memaafkan di hari raya,” ujarnya.

Tidak hanya warga setempat, sejumlah perantau yang pulang kampung turut memanfaatkan momen Lebaran untuk berziarah. Kehadiran mereka menambah hangat suasana perayaan Idulfitri di Loloan Timur.

Tradisi nyekar yang terus dilestarikan ini mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dan spiritual masyarakat setempat dalam merayakan Hari Raya Idulfitri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....