Sejarah Ketupat Lebaran dan Makna Filosofinya

  • 18 Mar 2026 11:13 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Ketupat menjadi salah satu hidangan khas yang tidak pernah absen saat perayaan Idulfitri di Indonesia. Di balik bentuknya yang unik dan rasanya yang khas, ketupat ternyata memiliki sejarah serta filosofi mendalam yang berkaitan erat dengan nilai-nilai kehidupan dan ajaran Islam. Secara historis, ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah di tanah Jawa. Melalui pendekatan budaya, beliau memadukan tradisi lokal dengan ajaran Islam agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Ketupat kemudian menjadi simbol yang lekat dengan perayaan Lebaran hingga saat ini.

Dalam budaya Jawa, ketupat atau “kupat” memiliki makna “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Anyaman ketupat yang rumit melambangkan kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang berwarna putih mencerminkan hati yang kembali bersih setelah saling memaafkan di hari yang fitri. Selain itu, ketupat juga memiliki filosofi “laku papat”, yaitu empat tindakan penting dalam perayaan Lebaran. Pertama, 'Lebaran' sebagai tanda berakhirnya puasa. Kedua, 'Luberan' yang berarti berbagi kepada sesama, seperti melalui zakat. Ketiga, 'Leburan' yang dimaknai sebagai momen saling memaafkan. Dan keempat, 'Laburan' yang melambangkan kesucian lahir dan batin.

Tidak hanya itu, bahan pembuat ketupat juga mengandung simbol tersendiri. Janur atau daun kelapa muda sering dimaknai sebagai “jati ning nur” atau hati nurani. Sementara bentuk ketupat yang menyerupai segi empat mencerminkan keseimbangan hidup yang dikenal dengan konsep “kiblat papat lima pancer” dalam filosofi Jawa.

Seiring waktu, ketupat tidak hanya menjadi makanan pelengkap, tetapi juga simbol kebersamaan dan tradisi berbagi di momen Lebaran. Kehadirannya di meja makan mempererat silaturahmi serta mengingatkan makna saling memaafkan dan kembali ke kesucian. Dengan nilai sejarah dan filosofi yang mendalam, ketupat Lebaran menjadi lebih dari sekadar hidangan, melainkan simbol budaya dan spiritual yang terus diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....