Nongkrong Ramadan Perlu Arah agar Bernilai Ibadah

  • 25 Feb 2026 10:57 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Program “Obrolan Ramadan” yang disiarkan oleh PRO 2 RRI Singaraja mengangkat tema “Antara Ibadah dan Nongkrong”, Selasa (24/2/2026) pukul 16.00–17.00 Wita. Dialog yang dipandu host Adit Wira itu menghadirkan dua narasumber muda, yakni Bahrul, mahasiswa semester 6 Jurusan Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha, dan Andrian Alfarizy Maulana, mahasiswa Ilmu Olahraga dan Kesehatan. Perbincangan tersebut menyoroti fenomena meningkatnya aktivitas nongkrong di kalangan remaja selama Ramadan, yang dinilai perlu diarahkan agar tetap selaras dengan nilai-nilai ibadah.

Dalam dialognya, Bahrul menegaskan bahwa nongkrong pada dasarnya tidak dilarang dalam Islam, selama dilakukan dengan adab dan tujuan yang baik. Ia menjelaskan, Rasulullah SAW mengingatkan agar aktivitas berkumpul tidak dilakukan di tempat yang berpotensi menimbulkan mudarat, seperti di pinggir jalan yang dapat memicu gibah atau pandangan yang tidak terjaga. Ia juga memperkenalkan konsep “khalaqah” atau pertemuan yang diisi dengan kegiatan positif seperti tadarus dan diskusi keagamaan. Menurutnya, Ramadan justru menjadi momentum tepat untuk memperbanyak pertemuan yang bernilai ibadah, karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Fenomena remaja yang lebih memilih nongkrong dibanding ke masjid, menurut para narasumber, tidak terlepas dari fase pencarian jati diri. Andrian menyebutkan, sebagian anak muda beranggapan ibadah dapat dilakukan nanti atau cukup di rumah, sementara momen berkumpul bersama teman dianggap lebih langka. Pola pikir ini, jika tidak diarahkan, berpotensi menimbulkan kebiasaan menunda kewajiban. Bahrul menambahkan bahwa pengaruh gawai dan media sosial turut memperkuat kecenderungan tersebut. Interaksi digital yang intens sering kali membuat remaja lalai terhadap waktu, termasuk waktu salat.

Meski demikian, para narasumber menilai nongkrong tetap dapat berjalan beriringan dengan ibadah. Bahrul mencontohkan aktivitas diskusi organisasi seperti di HMI yang tetap menghentikan kegiatan saat azan berkumandang untuk melaksanakan salat berjamaah, lalu melanjutkan kembali diskusi. Sikap ini dinilai sebagai bentuk keseimbangan antara kehidupan sosial dan spiritual. Melalui dialog ini, RRI Singaraja mengajak generasi muda menjadikan Ramadan bukan sekadar ruang berkumpul, tetapi juga kesempatan memperkuat karakter, memilih lingkungan pertemanan yang sehat, serta memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang membawa manfaat dunia dan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....