Pola Tidur Berubah Selama Ramadan, Apa Dampaknya?
- 24 Feb 2026 13:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Perubahan pola tidur menjadi salah satu konsekuensi yang umum dialami masyarakat selama bulan Ramadan. Waktu sahur yang berlangsung dini hari serta aktivitas ibadah malam seperti tarawih membuat jam istirahat bergeser dari biasanya. Kondisi ini kerap memunculkan keluhan seperti kantuk di siang hari, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya produktivitas kerja maupun belajar. Meski demikian, para ahli menilai perubahan tersebut dapat diantisipasi apabila masyarakat mampu mengatur ritme tidur secara tepat.
Dokter spesialis kesehatan tidur menyebutkan, rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu tidur antara tujuh hingga sembilan jam per hari. Selama Ramadan, durasi tersebut sering kali terpotong karena waktu tidur malam menjadi lebih singkat. Banyak orang baru beristirahat menjelang tengah malam, lalu harus bangun sekitar pukul tiga dini hari untuk sahur. Jika tidak disiasati dengan tidur lebih awal atau menambah waktu istirahat singkat di siang hari, tubuh berpotensi mengalami defisit tidur yang berdampak pada daya tahan dan suasana hati.
Selain faktor durasi, kualitas tidur juga menjadi perhatian. Konsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka maupun menjelang sahur dapat memengaruhi kenyamanan tidur. Makanan tinggi lemak dan gula berpotensi memicu gangguan pencernaan atau rasa tidak nyaman saat berbaring. Paparan gawai sebelum tidur pun turut berkontribusi menurunkan kualitas istirahat karena cahaya layar dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Oleh karena itu, masyarakat diimbau membatasi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu istirahat.
Kendati demikian, perubahan pola tidur selama Ramadan bukan berarti selalu berdampak negatif. Sebagian orang justru merasakan ritme hidup yang lebih teratur karena memiliki jadwal ibadah dan makan yang jelas. Kuncinya terletak pada manajemen waktu dan konsistensi. Tidur lebih awal, membagi waktu istirahat dengan tidur singkat selama 20–30 menit, serta menjaga asupan nutrisi seimbang dapat membantu tubuh beradaptasi. Dengan pengaturan yang baik, ibadah tetap optimal dan kesehatan pun tetap terjaga sepanjang bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....