Pasokan dari Jawa Tersendat, Harga Ayam Melonjak jelang Puasa
- 17 Feb 2026 21:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan dari Badan Pangan Nasional Provinsi Bali bersama Satgas Pangan Kabupaten Jembrana melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Umum Negara, Senin 16 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Daging ayam menjadi salah satu yang mengalami lonjakan cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. Salah seorang pedagang daging ayam, Ni Komang Sutarni, mengaku kenaikan terjadi sejak lima hari terakhir. Menurutnya, pasokan ayam dari Jawa yang selama ini menjadi sumber utama mengalami kendala.
“Sekarang harga Rp45 ribu per kilo. Sebelumnya masih di bawah itu. Memang karena pasokan dari Jawa tidak ada,” ujarnya.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pembeli. Ni Ketut Nandi, salah satu konsumen, berharap harga daging ayam bisa kembali normal karena berdampak pada usahanya sebagai pedagang makanan. Selain daging ayam, harga cabai rawit merah juga mengalami kenaikan dari Rp85 ribu menjadi Rp90 hingga Rp95 ribu per kilogram. Cabai merah besar turut naik dari Rp22 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Bawang merah pun meningkat dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Harga minyak goreng terpantau naik tipis Rp500 per liter, dari Rp19.500 menjadi Rp20 ribu per liter. Telur ayam juga merangkak naik dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per krat.
Pedagang sembako dan bumbu dapur, Ni Wayan Muliada, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas memang kerap terjadi menjelang Ramadan. “Bawang merah, cabai, hampir semua naik menjelang puasa,” ujarnya.
Perwakilan Penanggung Jawab Satgas Saber Pangan Badan Pangan Nasional Provinsi Bali, Zulkifli Nurul Ilmi, menyampaikan dari 14 komoditas yang dipantau, sebagian besar masih dalam kondisi stabil. Namun, terdapat tiga komoditas yang harganya melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni cabai rawit merah, daging ayam, dan telur ayam.
“Kami akan telusuri penyebab kenaikan tiga komoditas ini. Koordinasi juga dilakukan dengan Polres di masing-masing kabupaten agar tidak terjadi lonjakan yang memicu inflasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu, pihaknya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha.
Sementara itu, Ketua Satgas Pangan Kabupaten Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, membenarkan adanya tiga komoditas yang dijual di atas HET. Meski demikian, menurutnya kenaikan tersebut masih dalam batas kewajaran.
“Kami akan menelusuri rantai distribusinya. Jika ada pelanggaran, tentu akan diberikan teguran hingga rekomendasi pencabutan izin sesuai prosedur,” tegasnya.
Di sisi lain, sejumlah bahan pokok masih terpantau stabil bahkan ada yang mengalami penurunan harga. Beras premium tetap di angka Rp13.500 per kilogram, tepung terigu Rp9.500 per kilogram. Bawang putih justru turun dari Rp32 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....