Tujuh Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Daerah di Indonesia

  • 18 Mar 2025 12:55 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi, Idul Fitri juga dirayakan dengan berbagai tradisi unik yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.

Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam merayakan hari kemenangan ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas berkah selama bulan Ramadan. Dilansir dari kemenparekraf.go.id, Selasa (18/3/2025), berikut adalah tujuh tradisi unik Lebaran yang ada di berbagai wilayah Indonesia:

1. Grebeg Syawal – Yogyakarta

Grebeg Syawal adalah tradisi yang dilakukan setiap 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini melibatkan pengarakkan gunungan, yaitu tumpukan hasil panen yang disusun menyerupai gunung dan kemudian diperebutkan oleh warga. Sudah ada sejak abad ke-16, Grebeg Syawal menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang melimpah.

2. Perang Topat – Nusa Tenggara Barat (NTB)

Perang Topat berasal dari kata "ketupat" dan merupakan tradisi unik di Lombok. Dalam tradisi ini, masyarakat Hindu dan Muslim saling melempar ketupat sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan. Sebelum perang ketupat dimulai, warga terlebih dahulu berziarah dan berdoa di Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro yang berada di sekitar Pantai Tanjung Karang dan Pantai Bintaro.

3. Ronjok Sayak – Bengkulu

Pada malam ke-27 Ramadan, masyarakat Bengkulu mengadakan Ronjok Sayak, yaitu tradisi menumpuk batok kelapa dan membakarnya hingga menyerupai sate. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas kelancaran ibadah puasa. Masyarakat kemudian berkumpul dan menikmati hidangan khas bersama sebagai simbol kebersamaan.

4. Meugang – Aceh

Di Aceh, tradisi Meugang dilakukan menjelang Idul Fitri dengan membeli dan memasak daging sebagai hidangan utama. Tradisi ini menjadi bentuk hadiah bagi diri sendiri dan keluarga setelah berpuasa selama sebulan penuh. Selain itu, masyarakat juga berbagi makanan dengan tetangga dan kerabat untuk mempererat tali silaturahmi.

5. Pawai Pengon – Jember

Pada hari ke-7 Syawal, masyarakat Jember mengadakan Pawai Pengon, di mana gerobak yang dihiasi janur kuning ditarik oleh dua ekor sapi mengelilingi desa. Setiap gerobak membawa ketupat dan hasil bumi sebagai simbol keberkahan. Pawai ini diikuti oleh seluruh keluarga dan menjadi ajang kebersamaan serta rasa syukur.

6. Ngejot – Bali

Di Bali, umat Muslim menjalankan tradisi Ngejot, yaitu berbagi makanan dengan tetangga sebagai bentuk rasa syukur. Tradisi ini mempererat hubungan sosial dan menunjukkan nilai kebersamaan antarumat beragama. Makanan yang diberikan biasanya terdiri dari ketupat, opor ayam, dan aneka lauk khas Lebaran.

7. Ngadongkapkeun – Banten

Ngadongkapkeun adalah tradisi sungkeman kepada orang yang lebih tua setelah Idul Fitri sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur. Dalam tradisi ini, masyarakat saling mendoakan dan memohon restu agar diberikan keberkahan dalam kehidupan.

Setiap tradisi ini mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dalam merayakan Lebaran. Selain sebagai ajang silaturahmi, tradisi-tradisi ini juga menjadi bentuk ungkapan syukur serta memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....