Kapolres Jembrana Serap Masukan Tokoh Masyarakat di Gilimanuk

  • 07 Mar 2025 14:24 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Negara : Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto menyerap masukan upaya penanganan keamanan dan ketertiban di wilayah Gilimanuk bersama tokoh masyarakat setempat, Kamis (6/3/2025) sore. Melalui program Rindu Ramadhan (SafaRI Ngaji DUkung Kamtibmas di Bulan Ramadhan) tatap muka berlangsung di ruang VIP PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Pelabuhan Gilimanuk.

Selain mempererat silaturahmi, juga untuk membangun sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya dalam menghadapi musim mudik Lebaran dan perayaan Nyepi 2025. Selain jajaran Polres dan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk turut dihadiri masyarakat dan instansi terkait, termasuk GM PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Yanny Andrianto, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kapolres melakukan diskusi dan koordinasi mengenai kesiapan menghadapi arus mudik yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.

Kapolres Jembrana menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas akibat lonjakan pemudik yang melintasi wilayah Gilimanuk. "Kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat untuk mendengar langsung permasalahan yang ada, terutama terkait pengamanan arus mudik dan perayaan Nyepi. Saya mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam menjaga keamanan serta meningkatkan toleransi antarumat beragama," ujar AKBP Endang.

Kapolres juga menyoroti meningkatnya kasus kriminalitas di Jembrana, termasuk pencurian kendaraan bermotor dan pencurian aki mobil di beberapa titik. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak memberikan celah bagi pelaku kejahatan.

Bendesa Gilimanuk, I Nengah Naya, menyampaikan bahwa rangkaian Nyepi di Gilimanuk akan tetap menggunakan jalur utama untuk kegiatan Melasti pada 26 Februari 2025. Selain itu, pengarakkan ogoh-ogoh pada 28 Februari juga direncanakan melewati jalur utama karena dinilai lebih longgar dari antrean mudik. Ia meminta dukungan pengamanan dari aparat kepolisian agar perayaan tetap kondusif.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al Mubaraq, Ustaz Saifudin, menegaskan pentingnya menjaga toleransi selama arus mudik dan perayaan Nyepi. Ia juga menawarkan penggunaan fasilitas masjid dan mushola bagi pemudik yang tertahan akibat penutupan pelabuhan pada 29 Maret 2025 pukul 06.00 WITA.

Menanggapi hal ini, Kapolres Jembrana memastikan bahwa pihak kepolisian siap memberikan tempat penampungan bagi pemudik yang belum dapat menyeberang. Kantor Polsek dan Polres akan dijadikan lokasi sementara untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

GM PT. ASDP Indonesia Ferry, Yanny Andrianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi guna mengatasi lonjakan pengguna jasa penyeberangan. Meskipun antrean tak bisa dihindari, ia menegaskan bahwa pelayanan akan tetap dimaksimalkan demi kenyamanan pemudik. Isu lain yang dibahas adalah dampak lingkungan dari mudik Lebaran, termasuk peningkatan volume sampah dan debu di sekitar terminal kargo. Kepala Lingkungan Penginuman mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat debu, sementara Kepala Lingkungan Asri menyoroti perlunya mekanisme pelaporan jika terjadi kerusakan fasilitas umum akibat arus mudik.

Kapolres Jembrana menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi untuk menangani permasalahan ini. Terkait pemasangan CCTV, ia menyampaikan bahwa saat ini prioritas diberikan untuk Operasi Ketupat Agung 2025, dengan harapan ke depan dapat dipasang secara permanen di titik-titik strategis. Sebagai bagian dari Rindu Ramadhan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, sholat Magrib berjamaah, dan safari ngaji di Masjid Al Mubaraq Gilimanuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....