Keutamaan dan Cerita Spesial Ramadhan KOHATI

  • 06 Mar 2025 09:08 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Menjelang bulan suci Ramadhan, dua narasumber dari KOHATI HMI Singaraja, yaitu Nur Hadiyani Liza Putri selaku Ketua Umum dan Sultupi Ilaihi Aprianti selaku Sekretaris Umum, berbagi cerita tentang keutamaan dan momen-momen Ramadhan yang selalu dirindukan dalam program Ramadhan Ceria di Pro 2 RRI Singaraja Bali, Senin (4/3/2025).

Dalam perbincangan tersebut, Liza menceritakan bahwa Ramadhan selalu punya kesan tersendiri. Ramadhan menurutnya memiliki suasana yang berbeda yang menjadikan bulan ini dirindukan dan ditunggu-tunggu kehadirannya setiap tahun.

"Mulai dari sahur bareng keluarga, tarawih di masjid, sampai tradisi bagi-bagi takjil di jalan. Semua itu bikin Ramadhan selalu ditunggu-tunggu tiap tahun," ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Apri. Ia mengaku ada suasana hangat yang selalu menyertai Ramadhan. Tak hanya itu, Ramadhan juga menjadi momen yang sangat spesial bagi Apri karena banyak orang berlomba-lomba berbuat kebaikan.

"Ada rasa adem dan tenang yang susah dijelasin. Ditambah lagi suasana ngabuburit, buka puasa bareng, terus silaturahmi yang lebih erat. Itu semua yang bikin Ramadhan tuh spesial banget," ucapnya.

Selain membahas momen-momen yang dirindukan, keduanya juga berbagi pandangan tentang keutamaan bulan Ramadhan. Menurut Liza, Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tapi juga bulan penuh kesempatan memperbaiki diri.

"Kalau dipikir-pikir, di Ramadhan tuh kita dikasih banyak banget peluang buat berubah jadi lebih baik. Mulai dari rutin shalat, rajin baca Al-Qur'an, sampai belajar nahan emosi dan ego. Semua kebaikan sekecil apapun, pahalanya dilipatgandakan. Makanya sayang banget kalau gak dimanfaatin," ucapnya.

Apri menambahkan Ramadhan tak hanya mengajarkan untuk menahan lapar dan haus saja. Disisi lain, Ramadhan juga mengajarkan tentang kesederhanaan dan kepedulian sosial.

"Yang paling kerasa tuh, kita belajar banget soal empati. Ngerasain gimana rasanya lapar seharian bikin kita lebih peka sama orang-orang di sekitar yang kurang mampu. Makanya, di Ramadhan, kita cenderung lebih ringan tangan buat berbagi," ungkapnya.

Keduanya juga berbagi tips agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Salah satunya, menurut Liza, adalah menjaga konsistensi ibadah dari awal sampai akhir.

"Biasanya semangatnya tinggi di awal doang, makin ke tengah suka mulai loyo. Makanya, penting punya lingkungan yang positif, saling ngingetin dan nyemangatin biar ibadahnya tetap jalan sampai akhir," ujarnya.

Apri juga menekankan pentingnya menikmati Ramadhan dengan santai dan tulus, tanpa beban.

"Gak usah ngebandingin diri sama orang lain. Setiap orang punya perjalanan spiritualnya masing-masing. Yang penting, kita jalani dengan hati yang ikhlas dan senang," katanya.

Di akhir sesi, keduanya berharap Ramadhan tahun ini membawa berkah dan menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kualitas diri.

"Semoga Ramadhan kali ini gak cuma jadi rutinitas tahunan, tapi benar-benar jadi momen buat refleksi diri, memperbaiki ibadah, dan mempererat silaturahmi," ucap Liza mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....