Sejak Usia Berapa Anak Boleh Puasa Ramadan?

  • 03 Mar 2025 06:24 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, banyak orang tua bertanya-tanya tentang usia yang tepat bagi anak-anak mereka untuk mulai belajar berpuasa. Mengutip dari laman Tanya Jawab Tentang Islam, dalam ajaran Islam, anak-anak memang belum diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa hingga mereka mencapai usia baligh. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Pena diangkat (gugur kewajiban) dari tiga golongan: orang gila sampai ia sadar, orang tidur sampai ia bangun, dan anak kecil sampai ia baligh." (HR. Abu Daud, 4399)

Puasa untuk Anak Bukan Kewajiban, Tapi Dianjurkan

Meskipun tidak wajib, ulama menganjurkan agar anak-anak mulai dikenalkan dengan ibadah puasa sejak usia dini, terutama ketika mereka sudah menunjukkan kesiapan fisik dan mental. Hal ini bertujuan agar mereka terbiasa menjalankan ibadah puasa saat dewasa kelak.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa anak kecil dianjurkan berpuasa jika tubuhnya kuat dan tidak membahayakan kesehatannya. Bahkan, para sahabat Nabi mendorong anak-anak mereka berpuasa dengan cara menyemangati dan menghibur mereka, seperti memberi mainan agar lupa rasa lapar.

Patokan Usia Mulai Berpuasa

Ulama berbeda pendapat mengenai usia yang ideal bagi anak untuk mulai dilatih berpuasa. Sebagian ulama menetapkan usia 10 tahun sebagai patokan awal, dengan mengacu pada usia yang sama ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan anak-anak belajar shalat. Namun, hal ini bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing anak.

Al-Kharaqi rahimahullah berkata, "Jika anak berusia 10 tahun dan mampu berpuasa, maka ia mulai dibiasakan berpuasa." Pendapat serupa juga disampaikan oleh Imam Syafi’i, Atha, Hasan, Ibnu Sirin, Az-Zuhri, dan Qatadah.

Beberapa ulama lain seperti Al-Auza’i bahkan berpendapat, jika anak mampu berpuasa tiga hari berturut-turut tanpa kesulitan, ia dianjurkan berpuasa penuh selama Ramadan.

Batasan dan Larangan bagi Orang Tua

Meski dianjurkan, orang tua juga diminta bijak. Jika puasa terbukti membahayakan kesehatan anak, maka ia harus dilarang berpuasa. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menekankan bahwa melindungi kesehatan anak lebih utama daripada memaksakan puasa.

"Jika puasa berdampak buruk pada kesehatan anak, maka orang tua wajib melarangnya, tapi dengan cara yang lembut dan tidak kasar," tegasnya.

Dorongan dan Apresiasi Penting Diberikan

Untuk membangkitkan semangat anak berpuasa, orang tua bisa memberikan hadiah kecil, pujian, atau membuat kompetisi sehat di antara saudara dan teman sebaya. Orang tua juga dianjurkan mengajak anak beribadah bersama, seperti shalat di masjid atau membaca Al-Qur’an bersama.

Semangat mendidik anak berpuasa sejak dini tidak hanya memperkenalkan rukun Islam, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab pada diri anak di masa depan.

Jadi, tidak ada batasan usia mutlak kapan anak harus mulai berpuasa. Prinsipnya, anak boleh mulai berpuasa saat ia mampu secara fisik dan mental, dan orang tua berperan penting memberikan motivasi dan pengawasan. Semakin dini anak terbiasa berpuasa, semakin mudah baginya menjalankan ibadah ini saat dewasa nanti. Wallahu a’lam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....