Trik Jitu Membangunkan Anak Sahur
- 03 Mar 2025 05:32 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Mengajarkan anak untuk berpuasa sejak dini adalah langkah baik agar ia terbiasa menjalankan ibadah puasa. Namun, salah satu tantangan terbesar bagi orangtua adalah membangunkan anak saat sahur. Suasana masih gelap, rasa kantuk yang berat, hingga mood yang buruk bisa menjadi alasan anak sulit diajak sahur.
Agar anak tidak kesal atau menangis saat dibangunkan, orangtua perlu menerapkan cara kreatif dan menyenangkan agar si kecil mau bangun dengan ceria. Mengutip dari laman klikdokter berikut beberapa trik jitu yang bisa dicoba:
1. Jelaskan Kenapa Sahur Itu Penting
Sebelum memasuki bulan puasa, sempatkan waktu untuk memberi pemahaman sederhana tentang manfaat sahur. Jelaskan bahwa sahur adalah "bekal tenaga" agar bisa kuat berpuasa seharian. Gunakan bahasa yang ringan dan logika yang mudah dipahami anak, misalnya dengan membandingkan sahur seperti sarapan sebelum sekolah.
Ketika anak paham alasan di balik sahur, ia lebih mudah menerima dan mau melakukannya tanpa drama.
2. Pastikan Jam Tidurnya Teratur
Agar anak tidak rewel saat dibangunkan, pastikan ia tidur lebih awal di malam hari. Dengan waktu tidur yang cukup, tubuh anak lebih segar dan mudah bangun saat sahur. Biasakan pola tidur ini sejak awal Ramadan agar tubuh anak menyesuaikan ritme baru.
3. Bangunkan dengan Cara Lembut
Hindari membangunkan anak dengan suara keras atau nada memerintah. Sebaliknya, coba sentuh perlahan, panggil namanya dengan lembut, atau nyanyikan lagu favoritnya agar ia merasa nyaman. Suasana positif ini membuat mood anak tetap terjaga meski harus bangun dini hari.
4. Sajikan Menu Favoritnya
Agar anak bersemangat makan saat sahur, hidangkan makanan kesukaannya. Menu yang disukai membuat anak lebih antusias dan tidak merasa terpaksa. Selain itu, pastikan makanannya tetap bergizi agar kebutuhan nutrisi selama puasa terpenuhi.
5. Pilih Waktu Sahur yang Tepat
Daripada membangunkan anak terlalu awal, cobalah membangunkannya mendekati waktu imsak. Dengan begitu, waktu tidurnya lebih panjang dan tubuhnya lebih segar. Sahur di akhir waktu juga membantu anak tidak cepat lapar saat puasa.
6. Libatkan Anak Menyiapkan Sahur
Beri kesempatan anak untuk membantu memilih menu sahur atau menyiapkan makanan sederhana. Keterlibatan ini membuat anak merasa dihargai dan lebih antusias bangun karena punya tanggung jawab. Kegiatan ini juga bisa jadi momen bonding yang menyenangkan antara orangtua dan anak.
7. Beri Apresiasi Kecil
Untuk membangun motivasi anak, beri pujian atau hadiah kecil setiap kali ia berhasil bangun sahur tanpa rewel. Penghargaan ini bisa berupa stiker bintang, waktu bermain lebih lama, atau camilan favorit. Dengan apresiasi, anak merasa usahanya dihargai dan mau terus berusaha.
Sebaliknya, jika anak menolak sahur, jelaskan konsekuensi logisnya, misalnya merasa lapar lebih cepat atau harus mengganti puasa di kemudian hari. Keseimbangan antara apresiasi dan konsekuensi akan membantu anak belajar bertanggung jawab.
Dengan suasana sahur yang positif dan penuh dukungan, anak akan lebih mudah membangun kebiasaan bangun sahur tanpa drama. Semoga tips ini membantu menjadikan Ramadan tahun ini lebih ceria bagi keluarga!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....